Hangatnya Sambutan Warga Ternate untuk Persib Bandung

Di tengah persaingan Liga Indonesia, perjalanan Persib Bandung ke Ternate menyisakan kisah yang lebih dari sekadar sepak bola. 

Hangatnya Sambutan Warga Ternate untuk Persib Bandung
Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar tak bisa menyembunyikan rasa harunya ketika menceritakan sambutan yang diterima skuad Maung Bandung setibanya di Kota Rempah tersebut. (dok)

INILAHKORAN.ID - Di tengah persaingan Liga Indonesia, perjalanan Persib Bandung ke Ternate menyisakan kisah yang lebih dari sekadar sepak bola. 

Bukan hanya tentang pertandingan melawan Malut United di Stadion Kie Raha, Minggu 14 Desember 2025. Melainkan juga tentang kehangatan, rasa memiliki, dan ikatan emosional yang terjalin antara Persib dan masyarakat Ternate.

Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar tak bisa menyembunyikan rasa harunya ketika menceritakan sambutan yang diterima skuad Maung Bandung setibanya di Kota Rempah tersebut. 

Menurut Umuh, warga Ternate menunjukkan sikap yang begitu bersahabat dan penuh kekeluargaan, seolah Persib bukan tim tamu, melainkan bagian dari mereka sendiri.

“Kalau warga di sana, masyarakat di sana sangat menyatu dengan Persib. Bobotoh, suporter semua sangat menyatu dengan Persib,” ujar Umuh, Senin 15 Desember 2025.

Sejak menginjakkan kaki di Bandara Sultan Babullah, rombongan Persib langsung merasakan atmosfer berbeda. Pengawalan dilakukan dengan tertib hingga tim tiba di tempat peristirahatan. 

Bahkan, saat menuju Stadion Kie Raha, sambutan hangat kembali mengiringi langkah para pemain dan ofisial. Tak ada sekat antara tuan rumah dan tamu, yang ada justru rasa hormat dan kebanggaan bisa menjamu Persib Bandung.

Bagi Umuh, reaksi masyarakat Ternate tersebut bukanlah hal yang mengherankan. Ia memahami betul bahwa ada ikatan sejarah yang terbangun cukup lama antara Persib dan sepak bola Maluku Utara, khususnya Ternate

Persib dinilai memiliki peran penting dalam membuka jalan bagi talenta-talenta asal daerah itu untuk bersinar di kancah nasional.

Nama-nama seperti Zulham Zamrun, Ardi Idrus, hingga Frets Butuan menjadi simbol kedekatan tersebut. Ketiganya pernah memperkuat Persib dan meninggalkan jejak yang tak terlupakan, baik bagi klub maupun masyarakat Ternate

Kehadiran mereka di Persib tak hanya mengangkat prestasi tim, tetapi juga mengangkat martabat sepak bola daerah asalnya.

“Karena dulunya tidak ada klub elit di sana dan semua sebelumnya juga 100 persen mengawal dan simpati kepada Persib,” ungkap Umuh.

Di masa lalu, sebelum Maluku Utara memiliki wakil yang kuat di kompetisi elit, Persib menjadi klub yang paling dekat di hati masyarakat Ternate. Mereka mengikuti perjalanan Maung Bandung, mendukung dari kejauhan, dan menjadikan Persib sebagai kebanggaan bersama. 

Tak heran, ketika Persib datang langsung ke Ternate, rasa rindu dan kedekatan itu tumpah dalam bentuk sambutan yang luar biasa.

Umuh pun tak lupa menyampaikan pesan khusus kepada Bobotoh. Ia berharap hubungan baik yang telah terjalin ini terus dijaga dengan sikap saling menghormati. Menurutnya, kebaikan yang diberikan masyarakat Ternate kepada Persib layak dibalas dengan sikap yang sama, bahkan lebih.

“Makanya saya pesan kepada Bobotoh, kalau ada yang dari Ternate, Bobotohnya sambut dengan yang baik lah. Mereka juga berbuat baik, lebih dari baik di antara semua,” pungkasnya.


Editor : Doni Ramdhani