Inflasi Jabar Fluktuatif, Kementerian Ekraf Ungkap Sebabnya...

Pemerintah mengungkap penyebab terjadinya inflasi yang bergerak fluktuatif di Jabar dalam beberapa waktu terakhir. Salah satu pemicunya datang dari implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ternyata turut memengaruhi dinamika pasokan bahan pokok di pasar.

Inflasi Jabar Fluktuatif, Kementerian Ekraf Ungkap Sebabnya...
Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) Muhammad Neil El Himam menyebut, inflasi Jabar sempat menyentuh angka 2,63 persen sebelum kembali turun ke level 2,53 persen. (yuliantono)

INILAHKORAN.ID - Pemerintah mengungkap penyebab terjadinya inflasi yang bergerak fluktuatif di Jabar dalam beberapa waktu terakhir. Salah satu pemicunya datang dari implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ternyata turut memengaruhi dinamika pasokan bahan pokok di pasar.

Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) Muhammad Neil El Himam menyebut, inflasi Jabar sempat menyentuh angka 2,63 persen sebelum kembali turun ke level 2,53 persen.

“Setelah kita cari tahu, kenapa inflasi di Jabar relatif naik turun. Ternyata salah satunya adalah kontribusi dari MBG,” ujar Himam saat ditemui di Dago Pakar, Kabupaten Bandung, Senin 15 Desember 2025.

Menurut Himam, pelaksanaan MBG menyebabkan pergeseran distribusi komoditas pangan. Sebagian pasokan yang biasanya masuk ke pasar umum, kini dialihkan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai tulang punggung program tersebut.

“Ternyata berdampak. Harga jeruk, harga daging ayam, juga harga bawang, ternyata relatif naik turun karena di pasar (SPPG) merebut suplai bahan pokok,” ucapnya.

Efek tersebut kian terasa seiring dengan pesatnya pertumbuhan jumlah SPPG di Jabar. Dari target 4.900 unit, hingga kini sekitar 3.600 SPPG atau 65 persen telah berdiri dan beroperasi.

“Hari ini sudah 3.600 atau 65 persen sudah berdiri SPPG,” katanya.

Meski menimbulkan tantangan baru dalam pengendalian inflasi, Himam menilai fenomena ini juga membawa peluang ekonomi yang besar. Kuncinya, pelaku usaha lokal harus mampu menguasai dan menata ulang rantai pasok agar kebutuhan masyarakat dan program MBG sama-sama terpenuhi.

“Menjadi ladang baru dari tumbuhnya ekonomi Jabar,” ucapnya.


Editor : Doni Ramdhani