Hanya Operasikan Satu Zona, TPA Sarimukti Tetap Terima Kiriman Sampah dari Bandung Raya

TPA Sarimukti di Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) hanya mengoperasikan satu zona untuk menampung sampah kiriman dari kabupaten kota se-Bandung Raya.

Hanya Operasikan Satu Zona, TPA Sarimukti Tetap Terima Kiriman Sampah dari Bandung Raya

INILAHKORAN, Ngamprah - TPA Sarimukti di Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) hanya mengoperasikan satu zona untuk menampung sampah kiriman dari kabupaten kota se-Bandung Raya.

Akibatnya, kondisi TPA Sarimukti mengalami overload dan membuat gunung sampah.

"Saat ini hanya ada satu zona saja yang dioperasikan untuk menampung sampah dari Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, dan Kota Bandung," kata Koordinator Pengelola TPA Sarimukti Zidni Ilman kepada wartawan.

Kendati TPA Sarimukti sudah overload, sambung Zidni, pihaknya terpaksa masih menampung sampah kiriman bahkan hingga menjadi gunungan sampah.

Dijelaskan Zidni, pembuangan sampah ke TPA Sarimukti saat ini mengacu pada jatah yang telah disepakati. Seperti Kota Bandung sebanyak 146 ritase, Kabupaten Bandung 40 ritase, Kota Cimahi 17 ritase, dan KBB 17 Ritase. 

"Untuk ritase disesuaikan dengan kesepakatan, jadi tidak ada penumpukan di sini. Tapi kalau di hulu kondisinya seperti apa, saya tidak tahu," jelasnya.

Tak cuma itu, meski zona 3 sudah overload pihaknya bakal memfungsikan sebagai tempat pembuangan sampah lantaran saat ini, pihaknya masih dalam tahap penyelesaian area perluasan. 

"Kita sedang menyiapkan zona 5 atau zona perluasan. Jadi sampai zona itu bisa dipakai, ya semua sampah dibuang ke zona 3 meskipun sudah overload kondisinya," ujarnya.

Sebetulnya, ungkap Zidni, TPA Sarimukti sudah melarang pembuangan sampah organik. Namun fakta di lapangan, sampah yang dibuang masyarakat tetap bercampur antara organik dengan anorganik. 

"Memang seperti itu (tidak boleh membuang sampah organik), tapi kan di dalam truk itu banyak juga yang organik," ungkapnya.

"Memang sulit karena kebiasaan masyarakat. Cuma jumlahnya sudah berkurang," tandasnya.


Editor : Doni Ramdhani