Harapan Pelajar kepada Presiden Jokowi-Wapres Ma'ruf Amin
Pelajar menyampaikan harapan mereka mengenai pentingnya pendidikan bagi generasi muda untuk pemerintah periode 2019- 2024 yang akan dipimpin oleh Joko Widodo-Ma'ruf Amin.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Jakarta - Pelajar terdiri dari siswa Sekolah Menengah Atas menyampaikan harapan mereka mengenai pentingnya pendidikan bagi generasi muda untuk pemerintah periode 2019- 2024 yang akan dipimpin oleh Joko Widodo-Ma'ruf Amin.
"Pelajar sekarang itu generasi terdidik, maka saya berharap agar pemerataan pendidikan tidak cuma terjadi di Pulau Jawa tapi seluruh Indonesia dari Sabang sampai Merauke," kata Pramatatya yang merupakan anggota forum OSIS Nusantara saat ditemui ANTARA di Jakarta, Sabtu (20/10/2019).
Menurut Prama, pendidikan yang merata harus diwujudkan agar generasi Z di Indonesia tidak mengalami ketimpangan pendidikan meski terpisah antarpulau.
Senada dengan Prama, Ketua Forum OSIS DKI Jakarta Alvin sepakat bahwa pendidikan merupakan hal yang harus dijadikan fokus pemerintah di bawah kepemimpinan Jokowi dan Ma'ruf Amin.
"Pendidikan harus banget jadi fokus pemerintah sih. Nanti kita akan menghadapi bonus demografi, akan sangat disayangkan kalau ternyata hanya Pulau Jawa saja yang berkembang, tapi tidak di daerah- daerah lain. Jadi harus rata sih," kata Alvin.
Salah satu cara pemerataan pendidikan yang perlu dikembangkan adalah dengan mematangkan kurikulum pendidikan.
Alvin mencontohkan selama bersekolah ia merasakan tiga kali perubahan kurikulum yang disiapkan secara terburu-buru, alhasil pendidikan di setiap daerah di Indonesia kurang merata.
"Kita bisa tiru seperti di luar negeri. Kalau mau ganti kurikulum ya persiapannya harus matang. Misal dia mau ganti kurikulum di tahun 2019. Buku-buku untuk menuju kurikulum 2019 itu sudah beredar sejak 2017. Jadi pelajar juga bisa memahami sistemnya perlahan-lahan menuju kurikulum baru," kata Alvin.
Pelajar lainnya yang sepakat untuk menjadikan pendidikan sebagai fokus pemerintahan Jokowi dan Ma'ruf Amin adalah Caca.
Ketua organisasi South Jakarta Student itu mengatakan selain pendidikan formal, pemerintah harus mengedepankan pendidikan soft skill.
"Pendidikan formal 12 tahun saya rasa sekarang sudah tidak bisa jadi pakem lagi. Pelajar sekarang harus diajarkan hal-hal berorganisasi dan karakter kepemimpinan, jadi bisa berpikir kritis dan bisa diandalkan untuk masa depan bangsa," kata Caca.
Seperti diketahui, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin menjalani pelantikan Presiden dan Wakil Presiden periode 2019- 2024 di Gedung DPR/MPR RI pada Minggu (20/10) pukul 14.00 WIB.
Saat proses kampanye Joko Widodo dan Ma'ruf Amin menjanjikan akan berfokus pada anak muda lewat program-programnya.
Contohnya, seperti Kartu Pra Kerja yang disediakan bagi pelajar SMA/SMK yang baru lulus dan belum mendapatkan pekerjaan, nantinya anak-anak muda itu akan dilatih dari sisi soft skill untuk mempersiapkan diri di dunia kerja.
Bahkan, mengenai SDM ini disampaikan saat pidato perdana Presiden Joko Widodo di depan sidang Paripurna MPR dalam rangka pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia masa jabatan 2019-2024 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (20/10/2019).
“Dengan didukung oleh ekosistem politik yang kondusif dan dengan ekosistem ekonomi yang kondusif. Oleh karena itu, 5 tahun ke depan yang ingin kita kerjakan: pembangunan SDM akan menjadi prioritas utama kita, membangun SDM yang pekerja keras, yang dinamis. Membangun SDM yang terampil, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi,” katanya. (antara)
Editor : suroprapanca

