Harga Ayam Potong Naik, Pasokan Pangan di Pasar Tradisional Kota Bandung Aman

Pemkot Bandung memastikan pasokan kebutuhan pokok masyarakat tetap aman meski terjadi kenaikan harga pada sejumlah komoditas selama masa libur.

Harga Ayam Potong Naik, Pasokan Pangan di Pasar Tradisional Kota Bandung Aman
Padagang daging ayam potong menjajakan dagangannya di Pasar Cihapit, Kota Bandung. (istimewa)

INILAHKORAN.ID - Pemkot Bandung memastikan pasokan kebutuhan pokok masyarakat tetap aman meski terjadi kenaikan harga pada sejumlah komoditas selama masa libur.

Dari hasil pemantauan di Pasar Cijerah dan Pasar Cihapit, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut hanya harga ayam potong dan timun yang mengalami kenaikan signifikan. Sedangkan komoditas lainnya relatif stabil.

Farhan menjelaskan, pemantauan dilakukan di dua pasar dengan karakteristik konsumen yang berbeda. Pasar Cijerah melayani kawasan permukiman padat di wilayah barat Kota Bandung sedangkan Pasar Cihapit berada di kawasan dengan tingkat ekonomi masyarakat yang relatif lebih tinggi.

“Barang yang dijual sebenarnya sama, hanya memang ada sedikit perbedaan harga. Di Pasar Cihapit rata-rata sekitar 10 persen lebih mahal dibandingkan Pasar Cijerah karena karakter konsumennya berbeda,” kata Farhan saat meninjau dua lokasi pasar Cijerah dan Cihapit, Jumat (31/7/2026).

Menurutnya, secara umum pasokan pangan di Kota Bandung masih dalam kondisi aman. Tidak ditemukan komoditas yang mengalami kelangkaan meski dua komoditas mengalami lonjakan harga.

Harga timun yang sebelumnya berkisar Rp10.000 per kilogram kini meningkat hampir dua kali lipat. Harga ayam potong naik hingga berada di kisaran Rp40.000 sampai mendekati Rp50.000 per kilogram.

Dia menduga kenaikan harga ayam dipicu meningkatnya permintaan selama musim liburan dan tingginya aktivitas wisata di Kota Bandung.

“Kalau ayam suplai dari daerah sebenarnya masih aman. Yang meningkat adalah permintaannya terutama saat masa liburan. Jadi itu yang mendorong harga naik,” ujarnya.

Di sisi lain, Farhan menyebut kondisi komoditas sayuran secara umum masih baik karena sedang memasuki masa panen. Ia juga optimistis pasokan beras hingga akhir tahun tetap terjaga seiring siklus panen yang diperkirakan berlangsung pada Agustus hingga September.

Untuk menjaga stabilitas harga, Pemkot Bandung bersama Bulog akan memperkuat pasokan beras dan minyak goreng melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Bulog ditargetkan memasok sedikitnya 30 persen kebutuhan beras dan minyak goreng di Kota Bandung.

Secara umum, Farhan mengungkapkan berdasarkan laporan dari pasar-pasar induk di Kota Bandung seperti Caringin, Gedebage dan Ciroyom, distribusi bahan pangan masih berjalan lancar tanpa hambatan.

“Setiap hari barang selalu masuk. Selama tidak ada laporan pasokan terhenti selama beberapa hari, artinya kondisi masih aman,” katanya.

Farhan juga mengingatkan Kota Bandung merupakan daerah konsumen yang sangat bergantung pada pasokan dari luar wilayah. Saat ini, kebutuhan pangan Kota Bandung dipenuhi oleh sekitar 16 provinsi di Indonesia.

“Kita bukan produsen soalnya. 16 provinsi menyuplai bahan makanan ke Kota Bandung,” tuturnya.


Editor : Doni Ramdhani