Genjot Produksi Lokal, Pemprov Jabar Salurkan Ayam Petelur dan Mesin Tetas Peternak

Upaya Pemprov Jabar memperkuat ketahanan pangan berbasis peternakan terus digencarkan. Kali ini fokus diarahkan pada peningkatan produksi telur lokal.

Genjot Produksi Lokal, Pemprov Jabar Salurkan Ayam Petelur dan Mesin Tetas Peternak
Kepala UPTD BPPTU Jatiwangi Ahmad Gufron mengatakan, bantuan yang diberikan meliputi 195 ekor ayam pullet atau ayam petelur siap produksi, 1,4 ton pakan ternak, paket Obat, Vaksin, dan Kimia (OVK), serta dua unit mesin tetas untuk mendukung pembibitan unggas. (yuliantono)

INILAHKORAN.ID - Upaya Pemprov Jabar memperkuat ketahanan pangan berbasis peternakan terus digencarkan. Kali ini fokus diarahkan pada peningkatan produksi telur lokal dan penguatan kemandirian peternak, melalui bantuan sarana produksi kepada Kelompok Ternak Sauyunan di Kabupaten Bandung Barat.

Bantuan yang disalurkan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jabar bersama UPTD Balai Pengembangan Perbibitan Ternak Unggas (BPPTU) Jatiwangi itu tidak hanya menyasar peningkatan populasi ternak, tetapi juga memperkuat kemampuan kelompok dalam mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Kepala UPTD BPPTU Jatiwangi Ahmad Gufron mengatakan, bantuan yang diberikan meliputi 195 ekor ayam pullet atau ayam petelur siap produksi, 1,4 ton pakan ternak, paket Obat, Vaksin, dan Kimia (OVK), serta dua unit mesin tetas untuk mendukung pembibitan unggas.

Mesin tersebut terdiri atas satu unit mesin tetas setter berkapasitas 1.500 butir telur dan satu unit mesin tetas hatcher berkapasitas 500 butir telur.

"Langkah strategis ini tidak sekadar ditujukan untuk menambah populasi ternak, melainkan untuk membangun sistem usaha peternakan yang mandiri dan produktif," kata Ahmad, Senin (10/8/2026).

Menurutnya, keberadaan ayam petelur siap produksi menjadi modal awal bagi kelompok untuk meningkatkan pasokan telur sekaligus memperkuat sumber pendapatan anggota. Sementara dukungan pakan dan OVK diharapkan mampu menjaga kesehatan ternak agar produktivitas tetap optimal.

Lebih dari itu, bantuan mesin tetas menjadi instrumen penting dalam membangun kemandirian peternak. Dengan fasilitas pembibitan tersebut, kelompok ternak memiliki peluang untuk menghasilkan bibit unggas sendiri tanpa bergantung pada pasokan dari luar daerah.

Strategi ini dinilai penting, mengingat kebutuhan bibit unggas berkualitas terus meningkat seiring bertambahnya permintaan produk peternakan.

Ketersediaan bibit yang dapat diproduksi secara mandiri, juga akan memperkuat rantai pasok sektor peternakan rakyat.

Pemprov Jabar menilai, peternak kecil dan kelompok ternak memiliki posisi strategis dalam menopang ketahanan pangan daerah. Selain menjadi penggerak ekonomi perdesaan, mereka juga berperan sebagai pemasok utama sumber protein hewani bagi masyarakat.

"Peningkatan kapasitas produksi telur lokal ini diyakini akan berkontribusi langsung pada pemenuhan gizi masyarakat dan pembentukan sistem rantai pasok pangan yang lebih tangguh," ucapnya.

Selain itu, BPPTU Jatiwangi akan melakukan pendampingan secara berkelanjutan. Pembinaan meliputi tata kelola kelembagaan, pencatatan usaha, penerapan biosekuriti, hingga pengembangan strategi pemasaran hasil ternak.

Melalui penguatan produksi, pembibitan, dan kapasitas kelembagaan peternak, Pemprov Jabar menargetkan terbentuknya ekosistem peternakan rakyat yang lebih mandiri, produktif, dan berdaya saing guna mendukung ketahanan pangan berkelanjutan di Jawa Barat. 


Editor : Doni Ramdhani