Harga Beras di Lebak Stabil hingga Akhir Tahun

Harga beras berbagai jenis di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Lebak, Banten, relatif stabil hingga akhir tahun karena stok hasil panen tahun 2019 surplus sembilan bulan.

Harga Beras di Lebak Stabil hingga Akhir Tahun
Ilustrasi/Antara Foto

INILAH, Lebak- Harga beras berbagai jenis di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Lebak, Banten, relatif stabil hingga akhir tahun karena stok hasil panen tahun 2019 surplus sembilan bulan.

"Kami menjamin harga beras stabil dan tidak terjadi kenaikkan," kata Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lebak Agus Reza di Lebak, Minggu (27/10/2019).

Berdasarkan pantauan, di lapangan harga beras berbagai kualitas di Pasar Rangkasbitung, Maja, Cipanas, Muncang, Malingping dan Warunggunung cenderung stabil,karena pasokan beras lokal melimpah.

Saat ini harga beras kualitas KW I Rp10.224/kg, beras kualitas KW II Rp9.942/kg dan beras KW III Rp9.330/kg.

Diperkirakan harga beras hingga akhir tahun 2019 bertahan stabil, karena panen padi berlangsung sampai Desember mendatang.

"Kita yakin stok beras lokal hasil panen melimpah dan pasokan beras lokal surplus," katanya menjelaskan.

Menurut dia, pihaknya menjamin harga beras stabil hingga akhir tahun karena produksi beras di wilayah Kabupaten Lebak melimpah.

Selain itu juga pendistribusian beras untuk masyarakat miskin berjalan lancar dengan penyaluran bantuan non tunai pangan sebanyak 10 kg per KK.

"Kami menjamin harga beras stabil karena produksi pangan surplus juga panen terus berlangsung dengan sistem pompanisasi dan penyaluran beras miskin berjalan lancar," ujar Agus.

H Baden (65) seorang pedagang beras di Pasar Rangkasbitung mengeluhkan sepinya pembeli sehingga berdampak terhadap omzet penjualan menurun hingga 70 persen.

Semestinya, kata dia, musim kemarau banyak konsumen untuk memenuhi kebutuhan konsumsi, namun kenyataannya tampak sepi pembeli.

Karena itu, pihaknya yakin harga beras hingga akhir tahun 2019 relatif stabil dan aman.

Sebagian besar warga pedesaan di daerah itu juga tidak membeli beras karena panen padi melimpah dan tidak terdampak kemarau.

Selain itu juga warga tidak membeli beras karena adanya penyaluran beras miskin yang digulirkan pemerintah.

"Semua beras yang dijual itu didatangkan dari petani lokal karena stok beras melimpah," katanya.


Editor : Bsafaat