Harga Gabah Menguat Saat Panen, Petani Cirebon Nikmati Keuntungan
Petani di Desa Tegalkarang, Kabupaten Cirebon mulai memasuki masa panen perdana dengan kondisi yang lebih menguntungkan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - petani di Desa Tegalkarang, Kabupaten Cirebon mulai memasuki masa panen perdana dengan kondisi yang lebih menguntungkan.
Kenaikan harga gabah di tingkat petani memberikan tambahan pendapatan bagi para petani di tengah hasil panen yang cukup baik.
Ketua Gapoktan Tani Makmur Muslim Rojai mengatakan, harga gabah saat ini mencapai sekitar Rp7.300 per kilogram. Menurutnya, kondisi tersebut jauh lebih baik dibanding beberapa tahun sebelumnya ketika harga gabah sempat berada di bawah harga pokok pembelian pemerintah.
"Harga gabah saat ini sekitar Rp7.300 per kilogram dan jauh lebih baik dibanding musim panen sebelumnya," ujar Muslim, Minggu (21/6/2026).
Dia menjelaskan, proses panen di Desa Tegalkarang dilakukan dengan memanfaatkan mesin thresher untuk memisahkan bulir gabah dari batang padi secara lebih cepat dan efisien. Setelah diproses, gabah diangkut dan ditimbang sebelum dijual kepada pembeli.
Muslim menilai kebijakan harga dasar gabah yang diterapkan pemerintah melalui Bulog turut berperan dalam menjaga stabilitas harga di tingkat petani sehingga memberikan kepastian usaha bagi mereka.
"Kebijakan harga dasar gabah membuat harga di tingkat petani lebih stabil dan menguntungkan," katanya.
Menururnya, desa Tegalkarang memiliki luas lahan pertanian sekitar 125 hektare. Saat ini sebagian besar areal persawahan memasuki masa panen, sementara petani lainnya mulai menyiapkan lahan untuk musim tanam berikutnya.
"Luasnya cukup lah karena memang lokasi disini merupakan daerah datar," aku Muslim.
Sedangkanm produktivitas panen di wilayah tersebut rata-rata mencapai 6 hingga 7 ton gabah per hektare. Capaian itu dinilai cukup baik dan menjadi salah satu faktor yang mendukung peningkatan pendapatan petani pada musim panen kali ini.
"Produktivitas panen rata-rata mencapai enam hingga tujuh ton per hektare," ungkap Muslim.
Selain mengembangkan sektor tanaman pangan, kelompok tani di Desa Tegalkarang juga menjalankan usaha peternakan sapi dan domba yang terintegrasi dengan pertanian.
Jerami sisa panen dimanfaatkan sebagai pakan ternak, sedangkan limbah peternakan diolah menjadi pupuk organik untuk memenuhi kebutuhan lahan pertanian.
"Jerami dimanfaatkan untuk pakan ternak, sementara limbah ternak diolah menjadi pupuk organik," pungkasnya.
Editor : Doni Ramdhani

