Harga Gas Melon Melonjak, Hiswana Migas Siap Lakukan Operasi Pasar
Menanggapi melonjaknya harga tabung gas elpiji 3 kg hingga ke angka Rp60 ribu di wilayah terdampak bencana alam banjir bandang dan longsor, Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Bogor Raya menunggu surat permohonan dari Pemkab Bogor untuk nantinya melakukan operasi pasar.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Sukajaya - Menanggapi melonjaknya harga tabung gas elpiji 3 kg hingga ke angka Rp60 ribu di wilayah terdampak bencana alam banjir bandang dan longsor, Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Bogor Raya menunggu surat permohonan dari Pemkab Bogor untuk nantinya melakukan operasi pasar.
Ketua Hiswana Migas Bogor Raya Erry Asep Junaidi mengatakan, operasi pasar tabung gas 3 kg ini relatif dibutuhkan warga 11 desa di Kecamatan Sukajaya untuk menormalkan kembali harganya. Tak hanya harga yang melambung, keberadaan gas melon itu pun terbilang langka.
"Permohonan operasi pasar tabung gas 3 kg itu harus dari Pemkab Bogor ke Pertamina. Kami dari Hiswana Migas Bogor Raya siap saja melakukan operasi pasar untuk menormalkan kembali tabung gas elpiji 3 kg," ujar Erry kepada wartawan, Rabu (8/1/2020).
Dia menerangkan, kelangkaan tabung gas melon itu dikarenakan akses insfrastruktur jalan yang terputus hingga agen kesulitan memasok gas ersebut kepada para pangkalan gas bersubsidi ini yang ada di Kecamatan Sukajaya.
"Laporan dari agen gas elpiji 3 kg di wilayah Sukajaya, mereka tidak bisa memasok kepada para pangkalan karena akses insfrastruktur jalan yang terputus. Kemungkinan ini yang menyebabkan harganya melonjak dan keberadaan tabung gas bersubsidi ini langka," terangnya.
Erry menjelaskan, karena gas elpiji 3 kg ini bersubsidi maka distribusinya pun tidak boleh keluar dari wilayah yag sudah ditentukan, setiap agen yang nakal maka nantinya akan diberikan sanksi dari Pertamina.
Menanggapi langka dan melonjaknya harga gas elpiji 3 kg itu, Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan memaparkan dalam waktu dekat Pemkab Bogor akan memohon kepada Pertamina untuk melaksanakan operasi pasar.
"Pemkab Bogor ingin harga gas elpiji 3 kg dan kebutuhan lainnya yang melonjak di wilayah Sukajaya itu kembali normal, kami melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian maupun Dinas Ketahana Pangan juga bisa saja melakukan pasar murah di wilayah Kecamatan Sukajaya," papar Iwan. (Reza Zurifwan)
Editor : Doni Ramdhani

