Harusnya Dipakai IKIAD, Kendaraan Operasional Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Disoal
Kendaraan operasional berjenis minivans merk Toyota Hiace tersebut, ternyata bukan kendaraan operasional M Luthfi, melainkan kendaraan operasional untuk IKIAD
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cirebon - kendaraan operasional Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, M Luthfi kembali disoal.
kendaraan operasional berjenis minivans merk Toyota Hiace tersebut, ternyata bukan kendaraan operasional M Luthfi, melainkan kendaraan operasional untuk Ikatan Ketua Istri Anggota Dewan (IKIAD), yang kebetulan ketuanya adalah istrinya Luthfi sendiri.
Namun sayangnya, sudah hampir tiga tahun ini kendaraan tersebut dipakai untuk kendaraan operasional Luthfi sehari hari. Harusnya, Luthfi memakai kendaraan lainnnya atau memakai kendaraan pribadi untuk mobilitas sehari-hari.
"Sekretariatan kan sudah tidak menyediakan mobil dinas untuk unsur pimpinan dan anggota dewan. Tapi kan itu diganti dengan uang operasional berupa tunjangan transport," kata pemerhati sosial politik Cirebon, Ade Riyaman, Kamis 23 November 2023
Disinilah aku Ade, kejanggalan yang dilakukan Luthfi. Sebagai Ketua Dewan, harusnya itu tidak dilakukan Luthfi, meskipun ketua IKIAD adalah istri nya sendiri. Padahal tunjangan transport setiap bulan sebagai pengganti kendaraan dinar, nilainya cukup besar. Harusnya uang operasional, sudah bisa dibelikan mobil baru sebagai kendaraan pribadi.
"Setiap bulannya, Luthfi itu mendapatkan tunjangan transport. Jumlahnya dua puluh empat juta setiap bulannya dari keuangan dewan. Nilainya kan cukup untuk beli mobil pribadi atau sewa," jelas Ade.
Padahal, semua unsur pimpinan termasuk anggota dewan lainnya, memakai kendaraan pribadi untuk operasional sehari-hari. Namun ironisnya, sebagai Ketua Dewan, Luthfi justru tidak mencontohkan perilaku yang taat aturan. Ade mengaku, persoalan itu bukan rahasia umum lagi, karena kendaraan tersebut selalu dipakai Luthfi dalam setiap acara-acara resmi.
"Bukan acara resmi saja, setiap tugas luar kota dia selalu memakai kendaraan yang harusnya untuk IKIAD. Enak saja sudah dapat biaya tranport tapi kendaraanya pakai milik IKIAD. Jangan mentang-mentang ketua dewan bisa berlaku seenaknya," ucap Ade.
Ade berencana, akan melakukan koordinasi dengan Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Cirebon. Dia juga mengaku, sedang menginventarisi dugan dugan perkeliruan yang dilakukan Luthfi selama menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Cirebon
Sementara itu, Kabag Keuangan DPRD Kabupaten Cirebon, Wawan Siswandar enggan berkomentar banyak terkait hal tersebut. Namun dia mengakui, mobil minivans toyota hiace dengan nomor polisi E 7040 H, untuk operasinal Ketua IKIAD. Dia juga membenarkan, ketua dan unsur pimpinan dewan serta semua anggota dewan saat ini tidak diberikan kendaraan dinas.
Sebagai kompensasinya, setiap bulannya mereka diberikan biaya transport. Untuk Ketua Dewan, nilainya Rp. 30 juta. Wakil pimpinan nilainya Rp. 24 juta dan anggota lainnya nilainya Rp. 17 juta. Jadi kalau dikalkulasikan, setiap bulannya keuangan dewan harus mengeluarkan uang sebesar Rp. 896 juta untuk transpor Ketua Dewan, ditambah tiga unsur pimpinan dewan dan 46 anggota DPRD Kabupaten Cirebon.
"Kan sudah ada aturan resminya. Kalau uangnya dipakai untuk apa, ya urusan mereka dan bukan ranah saya untuk mengomentari," tukasnya. (maman suharman)
Editor : Ahmad Sayuti


