Hebatnya Wakanda, Bisa Sumbang PAD Hingga Rp2 Miliar
Tersebutlah Wakanda. Dia destinasi wisata unggulan di Kabupaten Lima Puluh Kota. Mampu menyumbang PAD hingga Rp2 miliar.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Payakumbuh – Tersebutlah wakanda. Dia destinasi wisata unggulan di Kabupaten lima puluh kota. Mampu menyumbang PAD hingga Rp2 miliar.
wakanda adalah destinasi wisata di wilayah Taram, Kecamatan harau, Kabupaten lima puluh kota, Sumatera Barat. Nama lain destinasi wisata ini adalah Kapalo Banda.
Bupati lima puluh kota, Syafruddin Dt Bandaro Rajo di Sarilamak, Sabtu mengatakan destinasi wisata wakanda tersebut menjadi salah satu unggulan di kabupaten itu dengan jumlah kunjungan mencapai ribuan orang per tahun.
“lima puluh kota memiliki banyak destinasi wisata, salah satunya wakanda Taram yang dikelola berdasarkan skema perhutanan sosial,” katanya.
wakanda Taram dikelilingi perbukitan dan hutan yang masih asri serta aliran sungai, air terjun hingga jejeran pohon pinus yang menawan. Wisatawan benar-benar disuguhkan "terapi alam" untuk melupakan sejenak hiruk pikuk perkotaan.
Tak heran jika wakanda menjadi idola. Pasalnya, destinasi ini memiliki wahana wisata yang beragam.
Di destinasi ini wisatawan bisa menikmati pemandian dewasa dan anak-anak, wahana rakit bambu untuk menelusuri sungai sembari berfoto-foto, menelusuri hutan pinus, menikmati air terjun Sarosah Tujuah Tingkek, dan ada juga area Camping Ground.
Dengan pesona itu wajar saja wakanda mulai bisa menyaingi destinasi unggulan lain seperti harau yang telah sangat dikenal oleh wisatawan.
Apalagi promosi yang dilakukan oleh pengelola melalui beberapa platform media sosial juga cukup baik sehingga semakin dikenal tidak saja oleh wisatawan lokal Sumatera Barat tetapi juga dari provinsi tetangga seperti Riau.
Bupati Syafaruddin menyebut PAD dari wakanda bisa mencapai Rp2 miliar setahun. Hal itu sangat mendukung perekonomian masyarakat sekitar.
Sebelumnya Kepala Dinas Kehutanan Sumbar, Yozarwardi mengatakan wakanda Taram merupakan salah satu destinasi wisata menggunakan skema perhutanan sosial yang berhasil di Sumbar.
“wakanda Taram ini bisa menjadi percontohan pengelolaan hutan untuk wisata melalui skema perhutanan sosial,” katanya.***
Editor : Zulfirman

