Okupansi Hotel di Kota Cirebon Anjlok ke 45,09 Persen, Persaingan Makin Ketat

Okupansi hotel di Kota Cirebon hanya 45,09 persen pada Juli 2026. BPS menyebut persaingan hotel makin ketat di tengah turunnya wisatawan.

Okupansi Hotel di Kota Cirebon Anjlok ke 45,09 Persen, Persaingan Makin Ketat
Kepala BPS Kota Cirebon, Samiran, menyampaikan perkembangan industri perhotelan dan tingkat hunian kamar di Kota Cirebon.

INILAHKORAN.ID – Industri perhotelan di Kota CIrebon menghadapi tekanan seiring bertambahnya pembangunan hotel baru dan melemahnya pergerakan wisatawan.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kota CIrebon mencatat rata-rata tingkat hunian kamar hotel pada Juli 2026 hanya mencapai 45,09 persen.

Kepala BPS Kota CIrebon, Samiran, mengatakan bertambahnya hotel baru akan meningkatkan kapasitas kamar sekaligus memperketat persaingan bisnis akomodasi.

hotel baru akan menambah persaingan bisnis akomodasi di Kota CIrebon,” kata Samiran dalam rilis Berita Resmi Statistik yang disiarkan melalui kanal YouTube BPS Kota CIrebon, Selasa (1/9/2026).

Menurut Samiran, persaingan bisnis perhotelan tidak hanya dipengaruhi oleh bertambahnya jumlah hotel. Kondisi ekonomi dan harga yang belum stabil turut memengaruhi aktivitas perjalanan masyarakat ke luar daerah.

“Persaingan, ketidakstabilan harga, dan kondisi ekonomi memengaruhi perjalanan wisata masyarakat,” ujarnya.

Tekanan terhadap bisnis perhotelan terlihat dari tingkat penghunian kamar pada Juli 2026 yang berada di angka 45,09 persen.

Artinya, dari setiap 100 kamar hotel yang tersedia di Kota CIrebon, hanya sekitar 45 hingga 46 kamar yang terisi.

“Dari 100 kamar yang tersedia, hanya sekitar 45 sampai 46 kamar yang terisi,” kata Samiran.

Angka tersebut merupakan gabungan tingkat hunian hotel berbintang dan nonbintang. Jika dibandingkan dengan Juni 2026, tingkat okupansi hotel pada Juli turun 3,38 poin.

Penurunan juga terjadi jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Perjalanan Wisnus ke Cirebon Ikut Menurun

Melemahnya sektor akomodasi berjalan seiring dengan penurunan perjalanan wisatawan nusantara (Wisnus) ke Kota CIrebon.

BPS mencatat sebanyak 238,24 ribu perjalanan Wisnus di Kota CIrebon pada Juli 2026.

Jumlah tersebut turun 7,73 persen dibandingkan Juli 2025. Secara bulanan, perjalanan Wisnus juga turun 5,7 persen dibandingkan Juni 2026.

Secara kumulatif, jumlah perjalanan Wisnus sepanjang Januari hingga Juli 2026 mencapai sekitar 1,7 juta perjalanan.

Angka tersebut turun 3,38 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai sekitar 1,8 juta perjalanan.

“Januari sampai Juli 2025 tercatat sekitar 1,8 juta perjalanan wisatawan nusantara,” ujarnya.

BPS menilai selisih secara kumulatif memang belum terlalu besar. Namun, penurunan tersebut menjadi sinyal yang perlu diperhatikan karena menunjukkan adanya pelemahan mobilitas wisatawan menuju Kota CIrebon.

Penghitungan perjalanan Wisnus dilakukan menggunakan mobile positioning data. Data tersebut bersumber dari pergerakan telepon seluler masyarakat yang kemudian diolah untuk mengidentifikasi aktivitas perjalanan wisata.

Samiran menambahkan, pertambahan jumlah hotel di tengah penurunan perjalanan wisatawan membuat pelaku industri akomodasi menghadapi persaingan yang semakin ketat.

Terlebih, tingkat hunian kamar hotel belum merata dan masih banyak bergantung pada akhir pekan serta periode liburan.

“Bertambahnya jumlah hotel di tengah menurunnya perjalanan wisatawan membuat persaingan semakin ketat, sementara tingkat hunian masih bergantung pada akhir pekan dan masa liburan,” pungkasnya.


Editor : Ahmad Sayuti