Dari Rp500 Ribu jadi Rp8 Juta, ARMY Marah Harga Hotel Naik Jelang Konser BTS di Busan

Harga hotel di Busan kini melonjak jelang konser BTS dan berhasil buat ARMY marah.

Dari Rp500 Ribu jadi Rp8 Juta, ARMY Marah Harga Hotel Naik Jelang Konser BTS di Busan
Boy grup BTS.

INILAHKORAN, Bandung - Pada tanggal 12 dan 13 Juni 2026, BTS akan merayakan ulang tahun debut mereka dan konser bagian dari tur dunia 'ARIRANG' di Busan, Korea Selatan.

Para penggemar BTS, ARMY, kini mengungkapkan kemarahan mereka setelah harga hotel di Busan dilaporkan melonjak drastis menjelang konser grup yang sangat dinantikan pada bulan Juni.

Para penggemar BTS menyuarakan kekecewaan yang semakin besar menjelang konser grup tersebut di Busan setelah harga hotel di seluruh kota dilaporkan meroket ke tingkat yang ekstrem.

Menurut laporan media Korea, BTS diperkirakan akan menggelar konser besar di Stadion Busan Asiad di Distrik Yeonje pada pertengahan Juni, yang akan memicu peningkatan tajam permintaan akomodasi di seluruh kota.

Namun, banyak penggemar mengklaim harga hotel telah melonjak jauh melampaui kenaikan musiman normal.

Sebuah hotel di kawasan Seomyeon yang populer dilaporkan memasang harga kamar untuk tanggal 12 Juni sekitar 745.000 won (Rp8,8 juta) per malam, lebih dari empat kali lipat harga biasanya.

hotel lain di Yangjeong-dong diduga menaikkan harga hampir sepuluh kali lipat, melonjak dari sekitar 50.000 won (Rp581.108) menjadi lebih dari 557.000 won (Rp6,5 juta) selama periode konser. Isu ini telah memicu reaksi keras dari para ARMY internasional dan domestik.

Di berbagai komunitas penggemar dan platform media sosial, banyak penggemar BTS mengumumkan rencana untuk menghindari pengeluaran uang di Busan di luar kebutuhan konser.

Beberapa penggemar menyatakan mereka akan langsung pulang setelah konser dan tidak menginap, sementara yang lain mengatakan mereka memilih akomodasi di kota-kota terdekat seperti Gimhae untuk mengurangi biaya.

Komentar-komentar seperti “Saya hanya akan menonton konser dan langsung pergi,” dan “Saya membawa makanan dan minuman sendiri agar tidak perlu mengeluarkan uang tambahan di Busan” telah tersebar luas di internet.

Beberapa penggemar juga mengkritik apa yang mereka sebut sebagai "memanfaatkan" penggemar BTS dan turis internasional untuk keuntungan jangka pendek.

Menurut investigasi sebelumnya oleh Komisi Perdagangan Adil Korea Selatan, harga akomodasi di Busan selama acara besar terkait BTS secara historis naik rata-rata 2,4 kali lebih tinggi dari biasanya. 

Beberapa fasilitas penginapan kecil dilaporkan menaikkan harga lebih dari tiga kali lipat dari harga sebelumnya.

Menanggapi kritik yang semakin meningkat, pihak berwenang kota Busan dilaporkan membentuk tim inspeksi untuk memantau fasilitas penginapan. 

Namun, banyak kritikus berpendapat bahwa peraturan saat ini masih lemah karena pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan hukum untuk secara langsung menghukum hotel karena secara terang-terangan menampilkan harga yang dinaikkan.

Di tengah kontroversi tersebut, beberapa organisasi lokal dan kuil Buddha telah turun tangan untuk membantu para penggemar internasional.

Kuil Beomeosa mengumumkan rencana untuk menyediakan penginapan dan makanan gratis bagi sekitar 20 pengunjung luar negeri selama periode konser

Kuil-kuil lain termasuk Seonamsa dan Hongbeopsa juga dilaporkan telah bergabung dalam program yang mendukung penggemar asing dengan akomodasi sementara.

Sementara itu, akomodasi yang dioperasikan pemerintah dan hotel yang dikelola kota dilaporkan terjual habis lebih awal karena mereka mempertahankan harga yang relatif stabil dibandingkan dengan bisnis swasta.

Terlepas dari upaya-upaya ini, banyak penggemar percaya bahwa Busan berisiko merusak citranya di mata wisatawan internasional jika kenaikan harga yang ekstrem terus berlanjut.

Mengingat pengaruh global BTS yang sangat besar, konser yang akan datang awalnya diharapkan menjadi dorongan besar bagi industri pariwisata dan ekonomi lokal Busan

Namun, situasinya kini telah berkembang menjadi salah satu kontroversi penggemar terbesar seputar acara tersebut bahkan sebelum dimulai.***


Editor : Irma Nurfajri