Hewan Kurban Jadi Tunggangan di Akhirat: Mitos atau Fakta? Penjelasan Ustadz Abdul Somad
Di balik makna pengorbanan dan berbagi, muncul pertanyaan menarik: benarkah hewan kurban akan menjadi tunggangan di akhirat? Ustadz Abdul Somad (UAS) dalam salah satu ceramahnya membahas tentang hal ini.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Ibadah kurban identik dengan momen Idul Adha, di mana umat Islam menyembelih hewan ternak untuk dibagikan kepada fakir miskin dan kerabat.
Di balik makna pengorbanan dan berbagi, muncul pertanyaan menarik: benarkah hewan kurban akan menjadi tunggangan di akhirat?
Ustadz Abdul Somad (UAS) dalam salah satu ceramahnya membahas tentang hal ini.
Beliau menjelaskan bahwa terdapat riwayat yang menyebutkan hewan kurban akan menjadi kendaraan bagi orang yang berkurban untuk melewati shiratal mustaqim, jembatan penyeberangan menuju surga di akhirat.
Namun, UAS menegaskan bahwa riwayat tersebut tergolong dhaif, atau lemah dalam segi sanad dan matan. Artinya, tingkat kebenarannya tidak bisa dipastikan secara mutlak.
"Ada beberapa riwayat yang berbicara tentang hewan kurban menjadi kendaraan di akhirat. Tapi, riwayat-riwayat itu dhaif," jelas UAS.
Lebih lanjut, UAS menafsirkan makna di balik riwayat tersebut sebagai motivasi.
"Hewan kurban menjadi tunggangan di akhirat itu boleh saja kita jadikan motivasi. Tapi, jangan sampai kita yakini secara tekstual," tegasnya.
UAS pun menekankan bahwa inti dari ibadah kurban adalah keikhlasan dan ketaatan.
"Yang terpenting adalah kita ikhlas berkurban, lillahi ta'ala. Kita meniatkan untuk berkurban karena Allah SWT," pungkasnya.***
Editor : Yosep Saepul Ramadan
