Sholat Subuh Kesiangan: Sahkah? Ini Penjelasan Ustadz Abdul Somad yang Menggetarkan Hati

Dalam sebuah ceramahnya, Ustadz Abdul Somad, biasa disapa UAS, menjelaskan bahwa hukum Sholat Subuh yang dikerjakan kesiangan tetap sah.

Sholat Subuh Kesiangan: Sahkah? Ini Penjelasan Ustadz Abdul Somad yang Menggetarkan Hati
Sholat Subuh Kesiangan: Sahkah? Ini Penjelasan Ustadz Abdul Somad yang Menggetarkan Hati

INILAHKORAN, Bandung – Pernahkah kamu terbangun kesiangan dan melewatkan waktu Sholat Subuh? Rasa panik dan bersalah mungkin langsung melanda.

Tapi, tenang dulu. Ustadz Abdul Somad punya penjelasan yang menenangkan tentang hal ini.

Dalam sebuah ceramahnya, Ustadz Abdul Somad, biasa disapa UAS, menjelaskan bahwa Hukum Sholat Subuh yang dikerjakan kesiangan tetap sah.

Hal ini berdasarkan pendapat mayoritas ulama, termasuk Imam Syafi'i, Maliki, dan Hanbali.

"Sholat Subuh yang dikerjakan kesiangan itu sah," ujar UAS.

UAS menjelaskan, waktu Sholat Subuh dimulai dari terbitnya fajar shadiq hingga terbitnya matahari.

Jika terbangun setelah matahari terbit, maka kamu tetap wajib Sholat Subuh, meskipun waktunya sudah habis.

"Kalau dia terlambat, dia bangun setelah matahari terbit, dia wajib qasho (mengganti) sholat Subuh," jelas UAS.

Namun, UAS mengingatkan agar kita berusaha sekuat tenaga untuk tidak melewatkan Sholat Subuh. Sholat Subuh merupakan salah satu sholat yang paling berat, namun pahalanya juga paling besar.

"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, 'Sholat yang paling berat bagi mereka adalah sholat Subuh'," kata UAS.

Oleh karena itu, UAS mengajak kita untuk membiasakan diri bangun pagi dan Sholat Subuh tepat waktu.

"Marilah kita biasakan diri kita untuk bangun pagi, sholat Subuh tepat waktu. Karena itu adalah salah satu tanda orang yang beriman," pungkas UAS.***


Editor : Yosep Saepul Ramadan