Setelah Ramadhan Pergi, Bagaimana Agar Kita Tetap Istiqomah? Ini Nasihat Ustaz Abdul Somad
Ustaz Abdul Somad jelaskan cara tetap iqtiqomaj setelah ramadhan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Ramadhan telah usai, namun semangat beribadah seharusnya tidak ikut menghilang. Bagi seorang Muslim yang ingin menjadi lebih baik, penting untuk menjaga konsistensi ibadah dan perilaku setelah bulan suci berlalu. Lalu, bagaimana caranya agar kita bisa tetap istiqomah di luar bulan Ramadhan?
Ustaz Abdul Somad (UAS) memberikan sejumlah nasihat berharga untuk membantu umat Islam menjaga semangat ibadah dan keimanan, meski Ramadhan telah berlalu.
1. Awali dengan Muhasabah Diri
Langkah pertama menuju istiqomah adalah dengan melakukan muhasabah atau introspeksi. Tanyakan pada diri sendiri: Apakah ibadahku tahun ini lebih baik dari sebelumnya? Apakah aku sudah berubah menjadi pribadi yang lebih dekat kepada Allah? Pertanyaan-pertanyaan ini akan membangkitkan kesadaran untuk terus memperbaiki diri.
2. Ziarah dan Mengiringi Jenazah: Mengingatkan pada Akhir Kehidupan
Menurut UAS, mengiringi jenazah atau menjenguk orang sakit bisa menjadi cara ampuh untuk menjaga keistiqomahan. Aktivitas ini mengingatkan kita pada kematian dan akhir perjalanan hidup, yang pada akhirnya membangkitkan rasa takut kepada Allah dan semangat untuk terus berbuat baik.
“Sesungguhnya mengiringi jenazah itu membuat kita istiqomah. Nasihat paling kuat adalah ketika kita menyaksikan jenazah datang,” ujar UAS.
3. istiqomah, Kunci Terbebas dari Rasa Takut dan Sedih
UAS menyebutkan bahwa ada dua penyakit hati paling berat yang bisa menyerang manusia: rasa takut berlebihan dan kesedihan yang mendalam. Menurut beliau, istiqomah adalah penawarnya.
“Orang yang berkata ‘Tuhanku adalah Allah’ lalu ia istiqomah, maka Allah turunkan malaikat untuk membisikkan ke dalam hati mereka: Jangan takut, jangan bersedih,” kata UAS.
Dengan istiqomah, hati menjadi lebih tenang dan yakin pada janji Allah. Rasa takut pun sirna, dan digantikan dengan harapan serta kebahagiaan karena janji surga dari Allah SWT.
4. Nasihat Nabi: istiqomah Itu Inti dari Segalanya
UAS juga mengisahkan sebuah hadits yang menggambarkan betapa pentingnya istiqomah. Seorang sahabat pernah meminta nasihat singkat tapi mendalam dari Rasulullah SAW, dan jawaban Nabi sangat jelas: “Katakanlah aku beriman kepada Allah, lalu istiqomahlah.”
“Nabi menyuruh kita memohon agar menjadi orang yang istiqomah. Bahkan dalam shalat, kita memohon 17 kali dalam sehari untuk diberi jalan orang-orang yang istiqomah,” terang UAS.
5. Puasa Syawal: Bekal istiqomah Pasca Ramadhan
Salah satu bentuk bimbingan dari Allah agar kita bisa menjaga semangat Ramadhan adalah melalui anjuran untuk berpuasa enam hari di bulan Syawal. UAS menjelaskan bahwa ini adalah cara praktis sekaligus penuh hikmah.
“Puasa enam hari di bulan Syawal setelah Ramadhan akan diberi pahala seperti berpuasa setahun penuh,” ujar UAS.
Hal ini menurut beliau didasarkan pada perhitungan matematika: 30 hari puasa Ramadhan ditambah 6 hari di bulan Syawal, dikalikan pahala 10 kali lipat, menjadi setara dengan 360 hari, atau satu tahun penuh.
Editor : Firda Rachmawati


