Qadha Puasa di Akhir Syaban, Ustadz Abdul Somad Jelaskan Keistimewaan dan Konsekuensinya

UAS menjelaskan tentang hukum mengqadha puasa di akhir bulan syaban.

Qadha Puasa di Akhir Syaban, Ustadz Abdul Somad Jelaskan Keistimewaan dan Konsekuensinya
UAS jelaskan qadha puasa jelang ramadhan

INILAHKORAN - Bulan Syaban segera berakhir, menandakan datangnya Ramadhan yang dinanti. Namun, bagaimana jika masih memiliki utang puasa Ramadhan yang belum terbayar? Apakah masih boleh mengqadha di akhir Syaban, meskipun sudah melewati Nisfu Syaban?

Dalam ceramahnya yang diunggah di kanal YouTube, Ustaz Abdul Somad (UAS) menjelaskan aturan membayar utang puasa serta konsekuensi jika tidak melunasinya sebelum Ramadhan tiba.

Keistimewaan qadha puasa di Bulan Syaban

UAS mengungkapkan bahwa mengganti puasa di bulan Syaban memiliki keutamaan tersendiri.

"Siapa yang mengganti puasa di bulan Syaban pada hari Senin, otomatis mendapat tiga keutamaan," jelasnya.

Keutamaan yang dimaksud adalah:

  1. puasa qadha terbayar.
  2. Mendapat pahala puasa sunnah di bulan Syaban.
  3. Mendapat pahala puasa Senin.

Terkait niat, UAS menegaskan bahwa cukup berniat untuk qadha puasa, tanpa perlu meniatkan ketiga keutamaan tersebut secara terpisah.

Batas Waktu qadha puasa dan Konsekuensinya

Menurut UAS, batas waktu membayar utang puasa adalah sebelum Ramadhan tiba.

"Batasnya kapan? Sampai masuk Ramadhan," tegasnya.

Namun, jika utang puasa belum lunas hingga Ramadhan datang, maka tetap wajib mengqadha setelah Ramadhan, tetapi dengan tambahan fidyah sebagai denda.

"Maka dia kena dua, qadha plus fidyah," ujar UAS.

Dengan demikian, bagi yang masih memiliki utang puasa, sebaiknya segera melunasinya sebelum Ramadhan agar tidak terkena kewajiban tambahan.


Editor : Firda Rachmawati