Hipmi Academy Siap Lahirkan Pengusaha Baru Andalan

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kota Bogor segera membuka kelas Hipmi Academy untuk pengusaha maupun masyarakat yang akan berwirausaha d Kota Bogor. Kelas Hipmi Academy ini ditujukan untuk melahirkan pengusaha baru mendongkrak kapasitas dan kapabilitas masyarakat yang baru memulai usaha.

Hipmi Academy Siap Lahirkan Pengusaha Baru Andalan
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kota Bogor segera membuka kelas Hipmi Academy untuk pengusaha maupun masyarakat yang akan berwirausaha d Kota Bogor. Kelas Hipmi Academy ini ditujukan untuk melahirkan pengusaha baru mendongkrak kapasitas dan kapabilitas masyarakat yang baru memulai usaha.

Ketua Hipmi Academy Ridho Ilahi mengatakan, Hipmi Academy yang pertama di Indonesia secepatnya digelar. Rencananya, akan diselenggarakan pada dua pekan mendatang. Program ini dicanangkan dari berbagai macam masukan masyarakat dan pemerintah. Karena indeks daya saing manusia Indonesia di tingkat dunia rendah, karena itu untuk meningkatkan daya saing dimulai dari hal terkecil dengan meningkatkan kapabilitas masyarakat Kota Bogor.

"Yang paling penting adalah hal edukasi dalam Hipmi Academy ini, sehingga menjadi program pokok dan baru direkrut menjadi anggota Hipmi. Program ini pertama kali di Indonesia dan baru Kota Bogor saja yang melakukan," ungkap Ridho di kantor BPC Hipmi pada Senin (1/7/2019) siang.

Ridho melanjutkan, program edukasi dibagi menjadi tiga kelas. Ada kelas kelas intensif from zero to hero atau menjadikan pengusaha dari awalnya hanya ide menjadi usaha yang startup. 

"Karena itu kami juga mengundang orang yang berpengalaman dan mumpuni dalam hal usaha atau pengusaha ternama di tanah air," tambahnya didampingi Sekretaris Yusuf Ali dan Waketum Anton Rivaldi.

Masih kata Ridho, kelas kedua adalah kelas by tema seperti foodpreneur, cafepreneur dan lainnya yang usahanya relatif spesifik. Diangkat apa yang spesifik dibidang usahanya kemudian ada tukar pikiran juga pembinaan sesuai bidangnya. 

"Nah, yang ketiga kelas general support business, diadakan kelas ini kebanyakan UMKM bingung mengurus badan hukum apa yang perlu bagi organisasi usahanya. Nanti disharing layaknya apa yang digunakan CV atau PT. Bagaimana mengurus hak paten atau hak merk, brand dia ini bisa diberi hak paten, teknologi ataupun sistemnya. Ada juga workshop dan seminarnya disemua kelas," jelasnya.

Ridho juga memaparkan, siswanya yang baru berencana bisa masuk kelas intensif, kalau sudah berjalan usahanya kelas by tema dan nanti terakhir bagi yang sudah berjalan tapi belum memiliki hak paten bisa general support.

"Setelah mengikuti Hipmi Academy ini diharapkan angka wirausaha yang meningkat, network atau knowledge bagi para pengusaha mumpuni. Untuk biaya variatif dan bahkan ada yang gratis untuk 15 orang kelas pertama. Peserta akan mendapatkan sertifikat dari HIPMI dan pemerintah. Masyarakat serta pengusaha akan mengetahui sendiri mengikuti kelas ini, apalagi nanti pengajaran akan mengundang narasumber nasional CEO Bukalapak Ahmad Zaky, Wiliam Tanuwijaya dari Tokopedia dan bahkan Sandiaga Uno," bebernya.

Ditempat yang sama, Ketua BPC Hipmi Kota Bogor Zulfikar Priyatna mengatakan pihaknya mengadakan Hipmi Academy karena berfikir untuk 15 tahun ke depan. Untuk itu, dia memohon dukungan dari berbagai pihak karena ini cara Hipmi berjuang dengan menciptakan pengusaha handal sehingga bisa mempermudah lapangan kerja. 

"Saya harap mentalitas bangsa terangkat, dengan fokus ini. Pemerintah harus punya kepekaan yang sama jadi jangan sampai golongan pengusaha arahnya kemana tapi tidak didukung banyak elemen," pungkasnya. (Rizki Mauludi)


Editor : Doni Ramdhani