HJKB ke-215, Kota Bandung Didorong Maju dalam Harmoni
Peringatan Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-215 pada Kamis 25 September 2025, menjadi momen refleksi sekaligus penguatan komitmen bersama untuk membangun kota yang lebih maju, harmonis dan sejahtera.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Peringatan Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-215 pada Kamis 25 September 2025, menjadi momen refleksi sekaligus penguatan komitmen bersama untuk membangun kota yang lebih maju, harmonis dan sejahtera.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menegaskan, pembangunan kota tidak semata-mata soal infrastruktur. Melainkan juga menyangkut kualitas layanan publik, penataan lingkungan, pengembangan pendidikan dan kesehatan serta penguatan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata.
"Mari kita jadikan peringatan HJKB ke-215 ini sebagai sebuah niat untuk menguatkan hati, menguatkan jiwa dan mengharapkan doa dari 2,6 juta warga Kota Bandung untuk keselamatan dan kesejahteraan bersama," kata Farhan.
Ia menyebutkan, pembangunan sebuah kota tidak bisa bergantung pada satu figur pemimpin semata. Karena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mengembangkan berbagai program berbasis kolaborasi.
Salah satunya adalah siskamling siaga bencana yang digelar serentak di 151 kelurahan. Menurut ia, program tersebut bukan hanya upaya mitigasi. Tetapi juga sarana untuk menanamkan nilai moral tentang pentingnya gotong royong.
"Pembangunan tidak mungkin dipimpin oleh seorang wali kota yang memiliki kemampuan seperti tokoh pahlawan super. Justru kekuatan terbesar adalah kebersamaan warga dengan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas kreatif dan media," ucapnya.
Ia juga menyoroti tantangan kesejahteraan yang masih dirasakan sebagian warga, meskipun Kota Bandung mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,42 persen lebih tinggi dibanding rata-rata nasional.
Pihaknya menekankan, angka pertumbuhan ekonomi perlu diiringi dengan pemerataan manfaat. Khususnya bagi kelompok masyarakat menengah ke bawah.
"Tekanan ekonomi masih betul-betul terasa. Untuk itu, layanan publik berbasis pencatatan kependudukan menjadi kewajiban. Saya tidak bisa memastikan pedagang kecil di kantin sekolah memiliki kekayaan setara pemilik hotel besar, tetapi saya bisa memastikan mereka sama-sama mudah mengurus akta kelahiran, KTP, kartu keluarga sampai akta kematian atau pernikahan," ujar dia.
Menurut dia, keberhasilan pemerintahan kota tidak hanya diukur dari seberapa besar pembangunan fisik berlangsung. Tetapi dari sejauh mana masyarakat merasakan keadilan, kemudahan layanan dan keterlibatan dalam pembangunan.
Farhan pun mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga integritas, dan memperkuat kolaborasi dalam membangun Kota Bandung. "Dirgahayu Kota Bandung ke-215, maju terus kota kebanggaan kita. Mari kita wujudkan Bandung Utama dalam harmoni kolaborasi," tandasnya.
Editor : Ahmad Sayuti

