HMI Cianjur Belum Berencana Gelar Aksi Penolakan RUU
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Cianjur, Jawa Barat, menyatakan belum berencana untuk menggelar aksi terkait penolakan RUU KUHP dan RUU KPK baik ke pusat atau di Cianjur.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Cianjur- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Cianjur, Jawa Barat, menyatakan belum berencana untuk menggelar aksi terkait penolakan RUU KUHP dan RUU KPK baik ke pusat atau di Cianjur.
Ketua Umum HMI Cabang Cianjur, Paisal Anwari di Cianjur Rabu, mengatakan pertimbangan untuk tidak menggelar aksi karena masih dalam situasi yang belum memungkinkan setelah adanya aksi unjuk rasa mahasiswa yang berujung bentrok beberapa waktu lalu.
"Kami masih dalam suasana duka atas aksi di luar perkiraan beberapa waktu lalu. Untuk saat ini belum ada agenda, meskipun ada beberapa orang rekan yang berangkat ke Bandung atau Jakarta," katanya.
Beberapa mahasiswa Cianjur tersebut, mewakili sejumlah kampus yang ada di Cianjur, namun pihaknya tidak tahu pasti berapa jumlah mahasiswa yang berangkat tersebut.
"Berapa jumlahnya saya tidak tahu pasti, namun ada yang berangkat sebagai perwakilan mahasiswa Cianjur. Sedangkan kami menuangkan aspirasi melalui tulisan di sejumlah media massa dan elektronik," katanya.
Mahasiswa Cianjur terutama yang tergabung di HMI menolak RUU KUHP di antaranya delik penghinaan terhadap presiden/wakil presiden, delik penghinaan terhadap lembaga negara serta delik penghinaan terhadap pemerintah yang sah.
"Pasal tersebut akan membungkam berbagai pihak untuk bersuara dan mengkritik pemerintah karena setiap kritis berpotensi menjadi laporan atas penghinaan terhadap tiga delik aduan kontroversial itu," katanya.
Meskipun sebenarnya ungkap dia, ada dasar aturan lain dalam bersuara seperti setiap warga negara diperbolehkan untuk menyatakan pendapat, tapi banyak yang sudah takut duluan dengan adanya RUU KUHP tersebut.
"Kemungkinan peristiwa 1998 akan terulang kembali di 2019 karena didasari adanya RUU KUHP, terlebih kalau ditetapkan. Buktinya mahasiswa dari berbagai daerah sudah bergerak, jangan sampai peristiwa lama kembali terulang," katanya. (Antara)
Editor : Bsafaat

