Hujan Lebat, Pengunjung Air Mancur Purwakarta Tak Surut

Pertunjukan air mancur menari di kawasan Taman Sri Baduga (Situ Buleud) Kabupaten Purwakarta, masih menjadi primadona sebagai tujuan liburan akhir pekan masyarakat. 

Hujan Lebat, Pengunjung Air Mancur Purwakarta Tak Surut
Pertunjukan air mancur menari di kawasan Taman Sri Baduga (Situ Buleud) Kabupaten Purwakarta
INILAH, Purwakarta - Pertunjukan air mancur menari di kawasan Taman Sri Baduga (Situ Buleud) Kabupaten Purwakarta, masih menjadi primadona sebagai tujuan liburan akhir pekan masyarakat. 
 
Terbukti, sejak dibangun pada 2014 lalu kawasan ruang terbuka hijau di wilayah perkotaan kabupaten ini kerap disesaki puluhan ribu pengunjung. Kendati, terkadang cuaca sedang tidak mendukung.
 
Seperti yang terjadi pada Sabtu (23/2/2019) malam. Meski hujan lebat mengguyur wilayah itu, tapi ternyata tak menyurutkan antusias warga untuk menonton pertunjukan tersebut. 
 
Bahkan, panitia yang berjaga di area taman wisata itu sempat kewalahan menghadapi pengunjung yang sejak siang sudah menyemut di lokasi. Para pengunjung, rela berbasah-basahan untuk bisa menonton air mancur tersebut. 
 
Kabid Pariwisata dan Kebudayaan, Disporaparbud Kabupaten Purwakarta, Heri Anwar menuturkan, timnya mencatat pada Sabtu malam kemarin jumlah pengunjung ke Taman Sribaduga mencapai 12.844 orang. 
 
"Alhamdulillah, antusias pengunjung tetap tinggi. Mau hujan atau tidak, pengunjungnya tetap membludak," ujar Heri kepada INILAH, Minggu (24/2/2019).
 
Menurut Heri, membludaknya pengunjung ini mungkin karena kawasan wisata Taman Sri Baduga tersebut sudah lebih dikenal oleh masyarakat secara luas. Tak heran, mereka rela berjubel demi menonton pertunjukan tersebut. "Pertunjukan air mancur masih jadi Primadona," tambah
Heri.
 
Seperti diketahui, selama ini Taman Air Mancur Sribaduga Purwakarta, bak oase di gurun pasir. Apalagi, ditambah dengan adanya pertujukan air mancur menari yang memanfaatkan sumber mata air di lokasi itu. 
 
Ada yang menarik dari Air Mancur di Taman Sri Baduga ini. Selain memiliki lingkaran sekitar 1 hektare, air mancur ini memiliki banyak variasi gerakan. Yakni, disesuaikan dengan hentakan irama musik.
 
Jadi, jika hentakan cukup cepat, air mancur pun akan menari dengan cepat dan tinggi. Namun jika alunan musik lambat, air mancur ini hanya akan menari dengan gemulai.
 
Atraksi air mancur ini, diprogram dengan beragam jenis musik secara digital. Selain musik dan variasi tarian, air mancur ini pun dipadukan dengan unsur tata cahaya dan api di atasnya.
 
Tak hanya itu, di sekeliling taman inipun terpasang kursi supaya para pengunjung merasa nyaman saat menonton Air Mancur menari itu.‎ 
 


Editor : inilahkoran