Ibu dan Anak Ditemukan Tewas Dalam Alphard, Diduga Korban Pembunuhan
Dua mayat ibu dan anak ditemukan tewas bersimbah darah dalam sebuah mobil mewah jenis Toyota Alphard. Dugaan kuat kepolisian, keduanya jadi korban pembunuhan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Dua mayat ibu dan anak ditemukan tewas bersimbah darah dalam sebuah mobil mewah jenis Toyota Alphard. Dugaan kuat kepolisian, keduanya jadi korban pembunuhan.
Dari informasi yang dihimpun, kedua jenazah ibu dan anak itu pertama kali ditemukan suaminya yang baru pulang. Dia menemukan kondisi rumah berantakan disertai adanya percikan darah di lantai.
Kasat Reskrim Polres Subang AKP M Zulakarnain membenarkan insiden itu. Kedua korban pertama kali ditemukan suaminya yang baru pulang, Rabu (18/8/2021). Dia mencurigai rumah dalam kondisi berantakan.
"Temuan awalnya laporan dari suami korban yang melihat rumahnya dengan kondisi yang tidak wajar di TKP, dan menemukan istri dan anaknya terbaring di mobil," katanya saat dihubungi wartawan.
Setelah menerima laporan, lanjutnya, sekitar pukul 07.30 WIB tim Inafis melakukan olah TKP. Benar saja, selain berantakan juga ditemukan ceceran darah dari arah dapur menuju ke mobil.
Dia menambahkan, sang suami pun mengikuti ceceran darah tersebut hingga ke arah mobil. Saat pintu mobil dibuka menemukan istri dan anaknya terbaring tak bernyawa di bagasi.
"Kalau dilihat dari ceceran darah gak lama sih masih segar," ujarnya.
Zulkarnaen mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan. Dari olah TKP, beberapa ruangan dalam keadaan berantakan namun belum dinyatakan ada barang yang hilang.
"Sementara ini belum ditemukan ada barang yang hilang, mobil juga kondisinya kunci menggantung di mobil Alphard. Sementara di kamar berantakan," katanya.
Dia menambahkan, ibu dan anak tersebut diduga merupakan korban pembunuhan. Namun pihaknya masih mendalami motif dari kasus tersebut.
"Belum, kita belum bisa mengambil simpulan karena barang yang diambil tidak ada dan kunci mobil tergantung di mobil. Iya (pembunuhan), tapi untuk motifnya belum kita ketahui sampai saat ini," ujarnya. (Ahmad Sayuti)
Editor : Doni Ramdhani

