Ibu di Bandung Minta Bantuan Rawat Anak ODGJ, Ngadu ke Gedung Pakuan Tak Direspon

Ibu di Kabupaten Bandung meminta agar anaknya yang ODGJ bisa mendapat perawatan karena selalu mengamuk.

Ibu di Bandung Minta Bantuan Rawat Anak ODGJ, Ngadu ke Gedung Pakuan Tak Direspon
Ibu di Bandung Minta Bantuan Rawat Anak ODGJ, Ngadu ke Gedung Pakuan Tak Direspon

INILAHKORAN.ID - Sebuah unggahan di media sosial viral setelah seorang ibu di Kabupaten Bandung meminta bantuan untuk pengobatan anaknya yang mengalami gangguan jiwa (ODGJ).

Dalam unggahan di Instagram @lilis_kurniawati_01 tersebut, sang ibu mengaku kesulitan membiayai perawatan putranya yang kini dirawat di RS Lembang Cisarua, Bandung Barat.

Ibu tersebut memperkenalkan diri sebagai orang tua dari Muhammad Hasbi Ash-Shiddiqi, warga Desa Sukapura, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung

Ia menyebut anaknya telah mengalami gangguan kejiwaan selama sekitar 12 tahun dan kondisinya kerap memburuk jika telat minum obat.

Dalam caption unggahan, sang ibu menulis bahwa Hasbi sempat kambuh pada 28 Januari 2026. Saat itu, Hasbi berlarian di sekitar desa sambil membawa senjata tajam dan membuat warga resah. Meski begitu, ia menegaskan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Saat ini, Hasbi tengah menjalani perawatan di rumah sakit.

“Anak saya mengalami schizophrenia… sering kumat terutama kalau telat minum obat. Saya ingin anak saya dirawat, tapi keterbatasan biaya,” tulis sang ibu dalam caption unggahannya. 

Sang ibu mengaku sehari-hari berjualan lumpia basah dengan penghasilan pas-pasan yang hanya cukup untuk makan. Ia juga harus menanggung kebutuhan cucunya, anak dari Hasbi. Kondisi ekonomi inilah yang membuat keluarga kesulitan melanjutkan perawatan jangka panjang.

Mengadu ke Gedung Pakuan, Belum Ada Respons

Selain mengunggah curhat di media sosial, keluarga juga mengaku sudah mengadu ke Gedung Pakuan, rumah dinas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Namun hingga kini, mereka menyebut belum mendapatkan respons.

Bahkan, keluarga mengaku justru diarahkan untuk membawa Hasbi ke Kuningan, yang dinilai memberatkan karena keterbatasan biaya dan akses.

"Atos ka gedung pakuan tp hnte direspon,  malah piwarang disimpan di kuningan tapi kedah bayar (sudah ke Gedung Pakuan tapi ga direspon, malah disuruh ke Kuningan tapi harus bayar," tulis Lilis membalas salah satu komentar warganet. 

Sementara itu unggahan tersebut hingga kini masih mendapat perhatian warganet dan videonya sudah ditonton lebih dari 10 ribu kali.


Editor : Firda Rachmawati