Ibu yang Hampir Kehilangan Bayi di RSHS Ceritakan Kronologi Detail ke Dedi Mulyadi
Nina, ibu yang hampir kehilangan bayinya ceritakan kronologi lengkap kejadian pada Dedi Mulyadi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi akhirnya bergerak cepat menghubungi ibu yang viral usai curhat hampir kehilangan bayinya di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
Dedi Mulyadi yang dikenal responsif tersebut hari ini, Jumat, 10 April 2026, melakukan panggilan video dengan ibu asal Cicalengka tersebut.
Dalam panggilan video tersebut, ibu yang bernama Nina ini menceritakan kronologi lengkap alasan anaknya bisa dirawat di RSHS.
Nina menyatakan bahwa dirinya melakukan lahiran dengan operasi caesar di Rumah Sakit Unpad, namun setelah lahiran bayinya mengalami ruam merah di muka dan kulitnya mengenuning.
Alhasil anaknya harus dirujuk dan dirawat di RSHS. Saat tiba di RSHS Nina menyebutkan bahwa bayinya langsung dilayani dengan baik, bahkan suster disana juga turun menenangkan Nina.
"Malem-malem jam 9 (ke RSHS), alhamdulillah langsung ditanganin, bagus (pelayanan) alhamdulillah lancar segala rupa. Dilayani bagus malahan 'teteh yang sabar ya' kata di ruangan IGD," ungkap ibu yang kini berusia 27 tahun tersebut saat ditanya Dedi Mulyadi.
Nina melanjutkan, menceritakan bayinya yang hampir hilang di ruang NICU RSHS saat seseorang yang tidak dikenal tengah membawa bayinya pergi.
Nina awalnya tidak mengenali bayi yang dibawa seorang perempuan yang akan pergi dari ruang NICU tersebut, namun dia mengenali selimut dan pakaian yang dikenalan bayi itu sama persis seperti milik bayinya.
"Kenapa itumah selimut, baju sama topinya kaya punya saya, terus si teteh itu (yang membawa bayinya) nanya 'emang iyah anak teteh?' iya iya atuh masa anak sendiri ngga kenal kata saya teh, coba liat mukanya, pas saya liat mukanya, yah inimah anak saya, saya teh teriak di situ," jelas Nina.
Setelah itu Nina memanggil suster dan mempertanyakan kenapa bayinya diberikan pada orang lain, namun suster malah mengarahkan Nina untuk menemui dulu satpam di ruang NICU.
Nina kemudian mempertanyakan pada satpam mengapa bayinya ada di luar bukan di ruang NICU dan bahkan akan dibawa pergi oleh orang lain sampai akhirnya Nina berteriak meminta pertolongan orang-orang di sekitar ruangan NICU.
Sampai akhirnya bayinnya berhasil di rebut dari tangan orang asing dan suster yang mengamankan bayinya tersebut.***
Editor : Irma Nurfajri


