IDAI Sumsel Turun Tangan Terkait Viral Terapi Bayi Menangis Histeris

IDAI secara resmi memberikan atensi khusus terhadap praktik terapi pada bayi yang tuai kecaman.

IDAI Sumsel Turun Tangan Terkait Viral Terapi Bayi Menangis Histeris
IDAI Sumsel Turun Tangan Terkait Viral Terapi Bayi Menangis Histeris

INILAHKORAN.ID - Kasus dugaan eksploitasi dan kekerasan fisik berkedok terapi pada bayi yang viral di media sosial memasuki babak baru. 

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) secara resmi memberikan atensi khusus terhadap praktik pengobatan alternatif yang menuai kecaman luas dari warganet tersebut.

​Ketua Pengurus Pusat IDAI, Piprim Basarah Yanuarso, melalui unggahan di akun Threads resminya, menyatakan bahwa langkah advokasi sedang dijalankan untuk melindungi sang anak dari potensi kekerasan fisik.

​Dalam keterangannya, Piprim mengonfirmasi bahwa tim IDAI Sumatera Selatan (Sumsel) akan segera menemui pihak keluarga atau ibu dari bayi tersebut. Langkah ini diambil sebagai upaya edukasi dan perlindungan anak.

​"Insyaallah sore ini tim IDAI Sumsel akan silaturahim ke ibu ini... Doakan bisa berhasil menyadarkan ya. Advokasi perlindungan anak dari kekerasan fisik," tulis dr. Piprim Basarah Yanuarso dalam unggahannya.

​Langkah ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada orang tua mengenai bahaya prosedur terapi yang tidak sesuai dengan kaidah medis, terutama bagi bayi yang organ tubuhnya masih sangat rentan.

​Sebelumnya, jagat maya dihebohkan dengan video yang memperlihatkan seorang bayi menangis histeris saat menjalani terapi. Banyak pihak, termasuk akun sady_id, yang menyuarakan keresahan mereka dan menilai tindakan tersebut bukan sekadar pengobatan, melainkan eksploitasi anak demi konten viral.

​Warganet menyoroti bagaimana tangisan kesakitan sang bayi justru dijadikan tontonan publik, yang memicu desakan agar Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) turut melakukan investigasi mendalam.


Editor : Firda Rachmawati