IDI Jabar Prihatin Kasus Perundungan di RSHS

Ketua IDI Jabar Eka Mulyana mengaku prihatin, dengan adanya kasus perundungan di RSHS (Rumah Sakit Hasan Sadikin).

IDI Jabar Prihatin Kasus Perundungan di RSHS
Eka mengatakan, tidak seharusnya kasus perundungan di RSHS itu terjadi. Apalagi di dunia pendidikan kedokteran. Sebab, Ikatan Dokter Indonesia atau IDI Jabar secara institusional menegaskan hal itu bertentangan dengan proses pendidikan dunia kedokteran. (ilustrasi/net)

INILAHKORAN, Bandung - Ketua IDI Jabar Eka Mulyana mengaku prihatin, dengan adanya kasus perundungan di RSHS (Rumah Sakit Hasan Sadikin).

Eka mengatakan, tidak seharusnya kasus perundungan di RSHS itu terjadi. Apalagi di dunia pendidikan kedokteran. Sebab, Ikatan Dokter Indonesia atau IDI Jabar secara institusional menegaskan hal itu bertentangan dengan proses pendidikan dunia kedokteran.

“Kami menyatakan keprihatinan yang mendalam, menentang setiap bullying atau kasus perundungan di RSHS yang tidak ada kaitannya dengan proses pendidikan di dunia kedokteran,” kata Eka, Rabu 21 Agustus 2024.

Perundungan, kata Eka, sudah keluar dari Kode Etik Kedokteran Indonesia (Kodeki) hingga sumpah dokter.

“Peraturan yang berlaku juga bertentangan dengan sumpah dokter,” ucapnya.

Pihaknya berharap, seluruh stakeholders dapat mencari solusi supaya kejadian serupa tidak lagi terulang di kemudian hari.

“Kami berharap semua pihak dapat duduk bersama, baik jajaran Kemenkes, Kemendikbuddikti, organisasi profesi, termasuk perhimpunan dokter spesialis dapat duduk bersama, agar ada solusi terbaik sehingga kasus perundungan di dunia kedokteran dapat dihilangkan,” tandasnya. 


Editor : Doni Ramdhani