Idrus Marham Tegaskan Golkar Jabar Harus All Out Kawal Isu BBM dan Ketahanan Pangan
Musda XI Golkar Jawa Barat resmi dibuka. Idrus Marham instruksikan kader kawal kebijakan Prabowo-Gibran dan redam keresahan isu BBM.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Parti Golkar menasbihkan diri sebagai garda terdepan dalam mengawal pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Hal itu ditegaskan Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Idrus Marham saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) XI Golkar Jawa Barat di Trans Hotel, Kota Bandung, Kamis (2/4/2026).
Mewakili Ketua Umum Bahlil Lahadalia, Idrus menyatakan secara organisatoris dukungan Golkar terhadap duet Prabowo-Gibran sudah final dan masuk fase implementasi kebijakan strategis bukan retorika politik.
"Dukungan Partai Golkar terhadap kepemimpinan Prabowo-Gibran secara politik sudah selesai. Secara organisatoris, itu adalah keputusan Munas," tegas Idrus Marham di hadapan kader se-Jawa Barat.
Kader Jadi Penenang Isu BBM
Menurut Idrus, fokus kebijakan yang didorong mencakup ketahanan energi, ketahanan pangan, hingga penguatan sektor ekonomi kerakyatan seperti UMKM dan koperasi.
Arah ini, kata dia, ditujukan untuk mendorong masyarakat, terutama di pedesaan dan kelompok rentan yang menjadi aktor utama dalam pembangunan nasional.
"Dengan begitu, kesenjangan sosial bisa ditekan, disparitas kota-desa berkurang, dan lahir pelaku ekonomi baru," ucapnya.
Lebih jauh, Idrus menginstruksikan seluruh kader Golkar untuk tidak hanya menjadi pendukung pasif, tetapi juga berperan aktif dalam menjelaskan arah kebijakan pemerintah kepada masyarakat.
Dia menilai, komunikasi politik yang efektif menjadi kunci untuk meredam potensi keresahan publik, terutama terkait isu-isu sensitif seperti bahan bakar minyak (BBM).
"Jangan sampai ada kepanikan di tengah masyarakat. Kader Golkar harus hadir sebagai penjelas sekaligus penenang," tegasnya.
Lumbung Suara Strategis
Di tengah dinamika politik nasional, Idrus juga menegaskan pentingnya membangun relasi yang inklusif dengan partai politik lain.
Golkar, menurutnya, memandang partai-partai seperti Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional, Partai NasDem, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Demokrat, hingga Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan sebagai mitra strategis dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan pembangunan nasional.
"Tidak boleh ada sekat. Semua harus terbuka demi kepentingan bangsa," katanya.
Secara internal, Idrus menyoroti posisi strategis Jawa Barat sebagai basis penting bagi kekuatan politik Golkar.
Dia turut mengapresiasi kepemimpinan Ketua DPD Golkar Jawa Barat, Ace Hasan Syadzily, yang dinilai berhasil mencatatkan capaian signifikan pada Pemilu 2024.
Lebih dari sekadar agenda rutin organisasi, Idrus menegaskan Musda harus dimaknai sebagai momentum konsolidasi dan penguatan komitmen kolektif kader untuk membesarkan partai secara substantif, bukan sekadar perebutan posisi struktural.
"Golkar harus dibangun untuk rakyat, bukan sekadar dikuasai. Semakin bermanfaat bagi masyarakat, semakin dicintai," tegasnya. ***
Editor : Gin gin T Ginulur

