Igor Tolic Pastikan Persib Belum Berhenti Berburu Pemain Baru
Pelatih Persib, Igor Tolic dengan tegas menyatakan timnya belum berhenti berburu pemain baru yang dipersiapkan untuk menghadapi musim 2026/2027.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pelatih Persib, Igor Tolic dengan tegas menyatakan timnya belum berhenti berburu pemain baru yang dipersiapkan untuk menghadapi musim 2026/2027.
Pelatih asal Kroasia ini mengaku masih membutuhkan pemain tambahan meski sudah berhasil merekrut enam pemain baru. Mulai dari Gabriel Mutombo (Prancis), Luka Menalo (Bosnia), Sandy Walsh, Gakuto Notsuda (Jepang), Ragnar Oratmangoen dan Balsa Sekulic (Montenegro).
“Tepatnya ini belum selesai. Beberapa pemain baru masih akan datang,” ujar Igor di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Kota Bandung, Rabu (8/7/2026).
Igor membeberkan Persib memungkinkan untuk kembali memiliki 11 pemain asing. Namun apabila Piala Indonesia benar-benar bergulir, maka timnya memerlukan satu hingga dua pemain tambahan.
“Kemudian kita perlu bersiap untuk ACL Two (AFC Champions League),” tuturnya.
Saat ini, lanjutnya, Persib hanya memiliki beberapa pemain muda. Ditambah pemain yang tidak turut terpanggil Timnas Indonesia serta pemain asing.
“Sebenarnya ketika kami membangun skuat, kami ingin membangunnya seperti, karena Persib adalah satu keluarga besar. Jadi, saya tidak ingin seperti memiliki 30 pemain tapi tidak bisa menyapa semua orang di pagi hari,” katanya.
Sebaliknya, dia ingin Persib menjadi kelompok kecil, namun dihuni dengan banyak pemain berkualitas. Sehingga dia bisa menyiapkan skuat terbaiknya di setiap pertandingan yang dijalani.
“Jadi kami bisa berkata, oke, satu tim bermain pada hari Minggu dan kemudian pada hari Rabu. Kita tidak akan berpikir seseorang lelah atau cedera,” imbuhnya.
Selain itu, Igor berkeinginan di setiap posisi dihuni pemain bagus. Sehingga dia mengalami kemudahan saat mempercayakan pemainnya untuk bermain.
“Itulah sebabnya saya membawa orang-orang bagus di staf (pelatih) yang bisa melakukan ini setiap hari dengan para pemain. Dan kemudian ketika semuanya mulai berjalan, ketika sistemnya jelas dan kami tahu siapa saja semua pemainnya dan apa sisi baik mereka, sisi (yang) kurang baik, maka kami bisa menciptakan sistem yang bekerja untuk semua orang. Dan kemudian ketika kami mulai menang, kami tidak berhenti, kami terus melaju,” pungkasnya.***
Editor : JakaPermana

