Iksan Skuter Dinyatakan Tidak Bebas
Keputusan mengejutkan terjadi di Djarum Coklat Dot Com (DCDC) Pengadilan Musik edisi ke-47 yang digelar di Kantin Nation The Panas Dalam, Jalan Ambon, Kota Bandung, Jumat (27/8/2021) malam. Iksan Skuter sebagai terdakwa dinyatakan tidak bebas.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Keputusan mengejutkan terjadi di Djarum Coklat Dot Com (DCDC) Pengadilan Musik edisi ke-47 yang digelar di Kantin Nation The Panas Dalam, Jalan Ambon, Kota Bandung, Jumat (27/8/2021) malam. iksan skuter sebagai terdakwa dinyatakan tidak bebas.
Padahal selama persidangan berjalan, musisi asal Malang itu mampu menjawab seluruh pertanyaan yang diajukan oleh dua Jaksa Penuntut, Budi Dalton dan Pidi Baiq mengenai album barunya bernama "orbit". Bahkan sesekali mendapatkan pembelaan dari Yoga PHB dan Ruly Cikapundung.
Gelak tawa pun masih menjadi hidangan utama dalam sidang yang digelar secara virtual tersebut. Apalagi sang terdakwa mampu mengimbangi pertanyaan menghibur yang dilontarkan dari dua Jaksa Penuntut.
Seperti ketika Budi Dalton yang menyebut bahwa iksan skuter menunjukan penganggurannya. Terbukti, bisa menciptakan album di masa pandemi Covid-19.
"Benar, karena selama pandemi, tidak ada yang bisa saya lakukan. Makannya saya bersiap-siap, kalau ditanya tetangga sibuk apa, saya bisa jawab bikin lagu," kata iksan.
Disisi lain, Pidi Baiq juga mempertanyakan motivasinya dalam membuat album baru ini. Terlebih, saat ini karya dari musisi bergenre folk ini sudah mencapai 14 album.
"Saya ini kapitalis, ingin berbisnis duit. Tapi hasilnya sampai saat ini tidak ada," jawab iksan seraya tertawa.
Petaka terjadi saat memasuki uji kompetensi. Dari enam pertanyaan yang dilontarkan Eddi Brokoli sebagai panitera, tidak ada satupun yang bisa dijawab iksan.
Seperti halnya lagu mana yang ada di album orbit yang memiliki waktu 4 menit 10 detik. Lalu, lagu mana yang chord intronya dimainkan dengan kunci C, G, C, G, C.
iksan hampir menjawab benar satu pertanyaan terakhir mengenai lima lagu miliknya yang trending di platform sporty fi. iksan menjawab Rindu Sahabat, Bingung, Bapak, Pulang dan Partai Anjing.
Akan tetapi, jawaban sebenarnya dan paling tepat adalah Rindu Sahabat, Bingung, Pulang dan Nyanyian Pagi. Alhasil, iksan gagal lolos dalam uji kompetensi.
Man Jasad sebagai Hakim sempat memberikan apresiasi kepada iksan skuter lantaran tidak henti-hentinya menciptakan karya. Namun, sangat disayangkan, iksan tidak bisa mengingat dengan baik hasil-hasil karyanya.
"Maka dari itu, hasil DCDC Pengadilan Musik edisi ke-47 dengan terdakwa bernama iksan skuter dinyatakan tidak bebas. Meskipun di bully, hukumannya tidak akan berubah, tidak ada banding. iksan dihukum 11 tahun, kecuali ke depan mungkin kalau sudah ada spanduk dimana-mana," kata Hakim.
iksan tak bisa menampik dengan kesalahan yang dilakukan. Terlebih, enam pertanyaan yang dilontarkan dalam uji kompetensi, tidak satupun bisa dijawabnya.
"Di Pengadilan Musik yang kali kedua ini, saya ternyata tidak lolos. Artinya saya harus membuat karya lagi untuk kemudian akan disidangkan lagi di Pengadilan Musik. Meski tidak bebas, itu menambah imun saya untuk menambah produksi karya dan harus tetap semangat," kata iksan.
iksan mengaku sudah menyiapkan diri agar segera bebas sebagai terdakwa di DCDC Pengadilan Musik. Rencananya di September 2021 nanti, album ke-15 nya akan segera diluncurkan.
"Ya, memang cepat, karena saya bikin album rata-rata paling lama satu minggu. Karena ini pandemi, jadi banyak banget inspirasinya. Bagi seniman itu (pandemi) adalah momen tepat untuk mendokumentasikan kejadian yang belum pernah kita rasain," tuturnya.
iksan mengatakan di album ke-14 ini, tentunya mengalami perbedaan dengan album-album hasil karyanya sebelumnya. Di album Orbit ini, ia mencoba lebih memperhalus kemarahannya dengan situasi yang terjadi.
"Pesan kritik juga masih ada karena itu menjadi benang merah. Tapi gaya penuturannya beda dengan album-album sebelumnya. Lebih halus lah," tambahnya.
Disisi lain, Digital Program DCDC Pengadilan Musik, Karina mengaku lega pada akhirnya bisa kembali menggelar program yang ditunggu-tunggu Coklat Friends. Sebab selama satu bulan terakhir DCDC Pengadilan Musik tidak bisa tayang karena Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
"Kalau melihat dari apa yang terjadi saat ini, sepertinya kondisi pandemi sudah membaik, sudah bisa dikontrol. Kami akan berusaha DCDC Pengadilan Musik yang bisa dikenal masyarakat bisa kembali lagi," harap Karina.
Karina juga mengaku sudah mempersiapkan bintang tamu lainnya yang akan menghibur Coklat Friends. Diharapkan bisa berjalan dengan aman dan lancar.
"Udah ada beberapa nama. Kebanyakan band karena memang kita perhatikan beberapa band di masa pandemi ini cukup produktif. Jadi kita punya cukup banyak antrian. Dan kita akan pilih yang menurut kami hype-nya lebih dapet," pungkasnya.(Muhammad Ginanjar)
Editor : JakaPermana

