Ikuti Monev PKM 5 Bidang Tahun 2019

Lima perguruan tinggi di Jawa Barat mengikuti kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 5 Bidang 2019.

Ikuti Monev PKM 5 Bidang Tahun 2019
Monev PKM 5 Bidang 2019 di UPI. (Okky Adiana)

INILAH, Bandung - Lima perguruan tinggi di Jawa Barat mengikuti kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 5 Bidang 2019.

Mereka adalah Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), Politeknik Negeri Bandung (Polban), Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Jenderal Achmad Yani (STIKES A Yani), Universitas Kristen Maranatha (UKM), dan Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Siliwangi.

Rektor UPI Prof. Dr. H. R. Asep Kadarohman, M.Si., mengatakan tujuannya untuk mengetahui perkembangan dan mengevaluasi pelaksanaan Penugasan PKM 5 Bidang Tahun 2019. 

Kegiatan ini tidak mudah, karena harus bisa mengalahkan kawan sendiri, sebagai contoh, di UPI ada 700 proposal yang diusulkan namun yang lolos hanya 27 proposal.

“Ini mengindikasikan bahwa sangat ketatnya persaingan di PKM. Dengan demikian, rasanya tidak berlebihan jika kalian dinobatkan sebagai sumber daya manusia yang unggul Indoensia tahun 2045," kata Prof Asep.

Menurutnya, mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa dituntut tidak hanya menguasai bidang keilmuan yang dipelajarinya saja namun juga menguasai keterampilan berpikir atau mampu menguasai kompetensi abad 21 yaitu kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi.

Mahasiswa diharuskan memiliki keterampilan manajerial, kemampuan berkolaborasi, dan kemampuan berkomunikasi. Mahasiswa juga harus memiliki kemampuan daya adaptif terhadap perkembangan dan tantangan baru.

"Jadi sekarang kita berada pada era revolusi industri 4.0 yang ditandai dengan penerapan teknologi digital di dalam aspek kehidupannya. Mahasiswa harus menjadi solutif, menjadi bagian dalam pemecahan masalah terhadap tantangan yang ada di masyarakat," ungkapnya.

PKM merupakan salah satu media dalam mewadahi pengembangan minat, bakat dan penalaran mahasiswa.

Diharapkan, mahasiswa mampu menyatukan berbagai macam disiplin ilmu atau inter dan transdisipliner, karena permasalahan yang dihadapi tidak bisa diselesaikan sendiri, harus mampu berkolaborasi dengan bidang ilmu lainnya, ini adalah jiwa dari PKM.

"Saya berharap melalui PKM, lahir inovasi yang menghasilkan produk-produk baru, karya-karya baru dan pemikiran baru untuk meningkatkan nilai tambah dan untuk menyelesaikan permasalahan di masyarakat," tambahnya. (Okky Adiana)


Editor : suroprapanca