Imbas Konflik Timur Tengah, Kemenhaj Cimahi Belum Terima Kebijakan Penundaan Umrah

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Cimahi belum menerima kebijakan maupun surat edaran resmi terkait isu penundaan keberangkatan jemaah umrah.

Imbas Konflik Timur Tengah, Kemenhaj Cimahi Belum Terima Kebijakan Penundaan Umrah
ilustrasi/net

INILAHKORAN.ID – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Cimahi mengkonfirmasi belum menerima kebijakan maupun surat edaran resmi terkait isu penundaan keberangkatan jemaah umrah sebagai imbas perang di Timur Tengah dari pemerintah pusat.

Kepala Kantor Kemenhaj Kota Cimahi, Nandang Rahayu menjelaskan, pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan sesuai dengan prosedur standar sambil menunggu kepastian yang sah dari kementerian terkait di tingkat pusat.

"Setiap perubahan kebijakan haji dan umrah selalu disampaikan melalui jalur resmi. Sampai saat ini, kami belum mendapatkan surat edaran apapun," kata  Nandang, Jumat 6 Maret 2026.

"Kami akan selalu mengikuti aturan dan keputusan yang dikeluarkan pemerintah pusat," sambungnya.

Hingga saat ini, ungkap Nandang, belum ada laporan atau pertanyaan dari calon jemaah umrah asal Cimahi yang merasa terdampak oleh kabar penundaan yang beredar.

Menurutnya, hal ini menunjukkan informasi yang belum terverifikasi tersebut belum menimbulkan kekhawatiran berlebihan di kalangan masyarakat.

"Kami memilih bersikap hati-hati dan tidak melakukan spekulasi terhadap isu yang belum memiliki dasar hukum," ujarnya.

"Langkah apapun hanya akan kami lakukan setelah mendapatkan instruksi yang jelas dari pusat," ucapnya.

Selain itu, pihaknya juga tidak menerima laporan dari biro perjalanan umrah tentang pembatalan atau penundaan keberangkatan jemaah asal Cimahi.

Semua proses administrasi dan persiapan yang dikoordinasikan oleh travel berjalan normal tanpa kendala teknis atau hambatan akibat situasi di Arab Saudi.

"Kondisi aktivitas umrah dari Cimahi saat ini masih aman dan terkendali," ujarnya.

Di tengah maraknya informasi di media sosial, Nandang mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh kabar yang belum terbukti kebenarannya.

Pihaknya meminta calon jemaah untuk selalu merujuk pada sumber informasi resmi dari pemerintah.

"Mudah-mudahan situasi di Timur Tengah segera pulih dan semua keberangkatan umrah dapat berjalan sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan," pungkasnya.***


Editor : JakaPermana