Sekjen PBB Desak Pertikaian di Timur Tengah Segera Dihentikan

Sekjen PBB Antonio Guterres mendesak pertikaian di Timur Tengah segera dihentikan dan meminta pemimpin dunia mengutamakan deeskalasi serta dialog.

Sekjen PBB Desak Pertikaian di Timur Tengah Segera Dihentikan
Sekjen PBB Antonio Guterres mendesak pertikaian di Timur Tengah segera dihentikan dan meminta pemimpin dunia mengutamakan deeskalasi serta dialog.

INILAHKORAN.ID – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mendesak seluruh pihak segera menghentikan pertikaian di Timur Tengah. Ia juga meminta para pemimpin dunia memanfaatkan Sidang Majelis Umum PBB sebagai ruang untuk mendorong deeskalasi dan dialog.

Seruan tersebut disampaikan Guterres saat membuka debat umum Sidang Majelis Umum PBB ke-81 di New York, Selasa (22/9). Menurutnya, konflik yang berlangsung di berbagai wilayah Timur Tengah masih menimbulkan penderitaan bagi warga sipil.

“Di seluruh Timur Tengah, konflik terus mendera. Apa yang disebut gencatan senjata pada kenyataannya hanyalah ‘kebakaran lebih kecil’. Sementara warga sipil terus menanggung akibatnya. Sudah cukup,” kata Guterres dari podium Majelis Umum PBB.

Guterres mengimbau para pemimpin yang hadir memaksimalkan pekan tingkat tinggi Majelis Umum PBB untuk mendorong deeskalasi dan dialog.

“Bersama-sama, mari kita sampaikan pesan tegas dari ruangan ini: Pertikaian harus dihentikan,” ujarnya.

Selain penghentian pertempuran, Guterres menyerukan agar bantuan kemanusiaan dapat mengalir tanpa hambatan. Ia juga meminta hak dan kebebasan navigasi dipulihkan sesuai dengan hukum internasional.

konflik AS-Iran Belum Terselesaikan

Seruan Guterres disampaikan ketika konflik di kawasan Timur Tengah masih berlangsung, termasuk ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

Menurut perkembangan yang dilaporkan Reuters, perang antara AS dan Iran telah berlangsung sejak serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Konflik tersebut kemudian diikuti serangan balasan Iran dan berlanjut hingga memasuki bulan ketujuh.

Upaya diplomatik untuk menghentikan konflik juga belum menghasilkan penyelesaian permanen. Reuters melaporkan bahwa hingga 22 September, Iran menyatakan kesiapan membuka kembali Selat Hormuz jika tekanan militer AS dikurangi dan blokade terhadap pelabuhan Iran dicabut. Washington sendiri menyatakan terbuka untuk pembicaraan dengan Iran, meski belum ada pertemuan yang dijadwalkan.

Dalam pidatonya, Guterres menegaskan bahwa PBB harus digunakan sebagai wadah untuk mencari jalan keluar melalui diplomasi dan dialog, sekaligus memastikan perlindungan warga sipil serta kelancaran bantuan kemanusiaan.

Seruan itu menjadi bagian dari pesan Guterres mengenai pentingnya mengedepankan hukum internasional dan kerja sama multilateral di tengah meningkatnya konflik di berbagai kawasan dunia.***


Editor : JakaPermana