PBB Hadapi Krisis Kepercayaan, Sidang Majelis Umum ke-81 Resmi Dimulai

Sidang ke-81 Majelis Umum PBB resmi dibuka dengan seruan untuk memulihkan kepercayaan terhadap multilateralisme melalui dialog, diplomasi, kerja sama, dan hasil

PBB Hadapi Krisis Kepercayaan, Sidang Majelis Umum ke-81 Resmi Dimulai
ilustrasi/net

INILAHKORAN.ID-Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) resmi dibuka pada Selasa (8/9/2026).

Sidang tersebut dipimpin Menteri Luar Negeri Bangladesh, Khalilur Rahman, yang menyerukan upaya baru untuk memulihkan kepercayaan dunia terhadap Multilateralisme dan lembaga Internasional.

Dalam pidato pembukaannya, Rahman menilai ketahanan PBB selama lebih dari delapan dekade mencerminkan pentingnya organisasi tersebut dalam menjaga stabilitas dunia.

“Selama lebih dari delapan dekade, organisasi kita telah membantu dunia terhindar dari terjerumus ke dalam Perang Dunia Ketiga, yang bisa dibilang merupakan alasan utama keberadaannya,” kata Rahman.

Menurutnya, meski sering bekerja jauh dari sorotan publik, PBB terus menjalankan berbagai tugas penting bagi masyarakat dunia.

PBB Terus Membantu Jutaan Orang

Rahman mengatakan jajaran PBB dan para profesionalnya tetap bekerja membantu jutaan masyarakat di berbagai negara.

Bantuan tersebut termasuk bagi para pengungsi dan kelompok masyarakat yang mengalami pengungsian maupun keterlantaran.

PBB beserta jajaran profesionalnya yang berdedikasi bekerja untuk memberi makan jutaan orang, termasuk pengungsi dan populasi terlantar lainnya di seluruh dunia,” ujarnya.

Selain bantuan kemanusiaan, PBB juga berperan dalam mendukung perdamaian dan keamanan Internasional.

Organisasi dunia tersebut turut terlibat dalam upaya penanganan penyakit, pembangunan, hingga berbagai persoalan lintas batas yang kompleks.

PBB Akui Masih Banyak Tantangan

Meski demikian, Rahman mengakui PBB berulang kali belum mampu memenuhi seluruh harapan masyarakat Internasional.

Ia menyoroti konflik yang terus berlangsung di berbagai kawasan, pencapaian pembangunan yang masih rapuh, serta dampak perubahan iklim yang semakin memburuk.

“Konflik terus menimbulkan penderitaan luar biasa bagi manusia, pencapaian pembangunan masih lemah dan rapuh, serta dampak iklim kian menghebat,” ujarnya.

Menurut Rahman, berbagai krisis tersebut telah menciptakan tantangan besar terhadap kepercayaan masyarakat terhadap sistem Internasional.

Kesenjangan Kepercayaan Harus Diatasi

Rahman memperingatkan adanya kesenjangan kepercayaan yang semakin besar terhadap lembaga Internasional dan kemampuan dunia untuk melakukan tindakan bersama.

Menurutnya, kondisi tersebut harus segera diatasi melalui dialog dan kerja sama yang lebih kuat.

“Kesenjangan kepercayaan yang kian melebar sedang menguji keyakinan terhadap lembaga Internasional dan tindakan kolektif,” katanya.

Ia menilai pemulihan kepercayaan tidak cukup hanya dilakukan melalui pernyataan politik.

Dunia membutuhkan kerja sama yang diperbarui dan pencapaian nyata yang dapat dirasakan masyarakat.

Rahman menegaskan tanggung jawab PBB saat ini bukan hanya mempertahankan keberadaan organisasi, tetapi juga memperkuat perannya.

“Janji saya untuk sidang ke-81 ini adalah bekerja tanpa lelah untuk memulihkan kepercayaan terhadap lembaga ini, yang pada akhirnya menjadi penentu keberhasilan tindakan kolektif kita,” ujarnya.

Tema Sidang ke-81 Majelis Umum PBB

Sidang ke-81 Majelis Umum PBB mengusung tema:

“Memulihkan Kepercayaan, Mengelola Transformasi: PBB yang Memberikan Hasil Nyata bagi Semua.”

Tema tersebut mencerminkan tantangan besar yang tengah dihadapi masyarakat Internasional dalam membangun kembali kepercayaan terhadap kerja sama global.

Antonio Guterres Soroti Konflik hingga Risiko AI

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyatakan dukungannya terhadap kepemimpinan Khalilur Rahman dalam memimpin jalannya sidang.

Guterres menegaskan bahwa membangun kembali kepercayaan terhadap sistem global menjadi salah satu tantangan terbesar dunia saat ini.

Ia menyoroti sejumlah persoalan global yang memberikan tekanan besar terhadap lembaga-lembaga Internasional.

Persoalan tersebut antara lain:

Konflik di berbagai kawasan dunia
Risiko eskalasi senjata nuklir
Kemiskinan yang semakin parah
Perubahan dan gangguan iklim
Perkembangan kecerdasan buatan yang belum memiliki tata kelola memadai

Menurut Guterres, berbagai persoalan tersebut dapat membebani institusi global, termasuk Dewan Keamanan PBB hingga sistem keuangan Internasional.

Seruan untuk Diplomasi dan Kolaborasi

Dalam pidato penutupnya, Guterres menyerukan pentingnya Diplomasi, dialog, dan kolaborasi antarnegara.

Ia berharap Sidang ke-81 Majelis Umum PBB dapat menjadi momentum untuk mengembalikan kepercayaan dan itikad baik dalam hubungan Internasional.

“Melalui Diplomasi, dialog, dan kolaborasi, Majelis ini dapat memulihkan kepercayaan dan itikad baik yang kini hilang dari peta geopolitik kita,” ujar Guterres.

Ia berharap kerja sama Internasional dapat memastikan masyarakat dunia mewarisi masa depan yang lebih baik, lebih sehat, dan lebih damai.***


Editor : JakaPermana