Israel Berencana Perluas Kendali di Wilayah Gaza, PBB: Harus Menjadi Milik Palestina
PBB kecam rencana Israel yang ingin perluas kendali mereka di wilayah Jalur Gaza, Palestina.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Konflik di wilayah Jalur Gaza, Palestina, yang terus mendapat serangan dari Israel belum juga berakhir sampai saat ini.
Baru-baru ini, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan negaranya saat ini menguasai sekitar 60 persen wilayah Jalur Gaza.
Netanyahu juga mengisyaratkan rencana untuk memperluas wilayah yang berada di bawah kendali Israel hingga mencapai 70 persen, meski tidak menjelaskan bagaimana langkah itu akan dilakukan.
Militer Israel pada Oktober tahun lalu menyatakan telah menguasai 53 persen wilayah Gaza setelah melakukan penempatan ulang pasukan ke area yang dikenal sebagai "garis kuning".
Langkah itu merupakan bagian dari tahap pertama rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengakhiri perang di Gaza.
Rencana tersebut mencakup penarikan pasukan Israel lebih lanjut pada tahap kedua yang dimulai Januari lalu.
PBB baru saja mengecam rencana Israel untuk memperluas wilayah yang dikuasainya di Jalur Gaza hingga 70 persen dan menegaskan seluruh wilayah Palestina harus menjadi milik rakyat Palestina.
"Seratus persen Gaza harus menjadi milik rakyat Palestina," tutur juru bicara PBB Stephane Dujarric.
PBB sampai saat ini terus menyerukan agar Israel mundur dari wilayah pendudukan di sepanjang apa yang disebut sebagai "garis kuning".
"Itulah yang ingin kami lihat, dan kami telah menyerukan Israel untuk menarik diri dari pendudukannya di sepanjang apa yang disebut garis kuning, dan itu akan terus menjadi posisi kami," ujar Dujarric.
"Garis kuning" merujuk pada zona pemisah sementara di Gaza bagian timur yang membatasi wilayah di bawah kendali militer Israel dan area yang masih dapat dihuni warga Palestina.
Namun, sumber-sumber Palestina menyebut batas tersebut terus bergeser ke arah barat dalam beberapa bulan terakhir.***
Editor : Irma Nurfajri


