Incar Pebulutangkis Potensial, PB Mutiara Cardinal Kembali Gelar Audisi

PB Mutiara Cardinal kembali gelar audisi. Tujuannya incar pebulutangkis potensial kelahiran 2010 hingga 2015

Incar Pebulutangkis Potensial, PB Mutiara Cardinal Kembali Gelar Audisi
PB Mutiara Cardinal kembali gelar audisi. Tujuannya incar pebulutangkis potensial kelahiran 2010 hingga 2015.

INILAHKORAN, Bandung - PB Mutiara Cardinal kembali gelar audisi. Tujuannya incar pebulutangkis potensial kelahiran 2010 hingga 2015.

Audisi umum ini digelar di GOR PB Mutiara Cardinal, Jalan Babakan Cibeureum, Kota Bandung selama lima hari. Tepatnya pada 9 hingga 13 Januari 2024.

Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PB Mutiara Cardinal, Devi Sukma Wijaya mengaku awalnya audisi ini hanya akan digelar selama tiga hari. Namun peserta yang mencapai 710 orang membuat pihaknya memperpanjang masa audisi menjadi lima hari. 

“Ada dari luar Kota juga, Manado, Makassar, Jawa Timur juga ada. Banyak lah,” kata Devi Sukma Wijaya di GOR PB Mutiara Cardinal, Jalan Babakan Cibeureum, Kota Bandung, Selasa 9 Januari 2024.

Devi memastikan audisi ini digelar dengan tujuan untuk menjaring atlet-atlet potensial dari berbagai daerah yang ada di Indonesia. Setelah terpilih, atlet tersebut dibina PB Mutiara Cardinal untuk dijadikan atlet juara nasional dan bahkan masuk Pelatnas. 

Contohnya, Gregoria Mariska Tunjung, Amalia Cahya Pratiwi yang saat ini masih di Pelatnas hingga Alvi Wijaya yang merupakan jebolan dari PB Mutiara Cardinal.

“Untuk hari pertama kita tentukan dengan waktu main saja. Bukan poin yang 21, tapi dengan waktu 20 menit. Mereka akan bebas bermain dengan waktu 20 menit, mereka bebas bermain di lapangan seperti biasa aja,” tuturnya.

Meski demikian, Devi tidak bisa menentukan jumlah atlet yang terpilih nantinya. Menurutnya, atlet potensial yang terpilih harus sesuai dengan kriteria yang diinginkan PB Mutiara Cardinal.

“Kita tidak bisa bilang ambil berapa atlet, yang pasti kita akan melihat kualitas dari anak itu,” tambahnya. 

Disisi lain, penasehat atau sesepuh PB Mutiara Cardinal, Tata Budiman membenarkan audisi ini tidak menargetkan jumlah atlet yang terpilih. Namun harapannya, banyak atlet potensial yang muncul dan bisa menjadi andalan Indonesia di kanca Internasional.

“Jadi kita fleksibel, tidak harus menentukan harus berapa banyaknya. Bisa banyak atau bisa mengecil. Jadi kita selalu memberikan kesempatan untuk regenerasi atlet penerus. Kita memberi kesempatan yang baru, begitu pula yang ada di klub, yang kira-kira mereka sudah tidak produktif, semangatnya sudah loyo, mungkin itu akan terjadi degradasi dan mungkin akan digantikan dengan yang baru-baru. Jadi disegarkan lagi,” jelasnya. 

Dia mengatakan audisi ini digelar sebagai bukti konsistennya PB Mutiara Cardinal untuk bisa melahirkan atlet-atlet berpotensial. Diharapkan juga bisa menjadi penerus untuk menjadi kebanggaan Indonesia. 

“Potensinya sangat luar biasa. Khususnya untuk Jabar, dari dulu dari nasional sangat diperhitungkan. Apalagi kalau kita mengerucut kepada Jabar, boleh bilang bisa tertuju pada klub PB Mutiara Cardinal. Karena di sini sentralnya untuk membuat atlet berprestasi. Komitmen kita, kita akan membuat banyak atlet bisa tampil di internasional dan profesional. Sebanyak mungkin kita akan kontribusikan untuk negara yang tercinta dan Merah Putih,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Alvi Wijaya Chairullah mengaku turut merasakan dampak positif bisa menjadi atlet PB Mutiara Cardinal. Kini dia menjadi atlet bulutangkis nasional. 

“Harapannya pasti semoga adik-adik memberikan harapan baik dan bisa masuk tim yang dibina di PB Mutiara Cardinal dan bisa mengikuti generasi-generasi selanjutnya, buat pelapis-pelapis nanti. Bisa di Pelatnas pratama, bisa juga mengganti yang senior-senior juga,” harap Alvi.(Muhammad Ginanjar)


Editor : Ahmad Sayuti