Indonesia Terus Berjuang Menangi Hak Paten Pencak Silat

Masyarakat Pencak Silat Indonesia (Maspi) berjuang keras agar pencak silat dinobatkan jadi warisan budaya tak benda asal Indonesia oleh organisasi kebudayaan PBB, Unesco.

Indonesia Terus Berjuang Menangi Hak Paten Pencak Silat
Maspi berjuang keras agar pencak silat dinobatkan jadi warisan budaya Indonesia

INILAH, Bandung - Masyarakat Pencak Silat Indonesia (Maspi) berjuang keras agar pencak silat dinobatkan jadi warisan budaya tak benda asal Indonesia oleh organisasi kebudayaan PBB, Unesco.

Namun ditengah usaha keras tersebut kini justru upaya serupa juga dilakukan oleh Malaysia yang ingin mematenkan pencak silat.

Seperti yang dikatakan oleh Ketua Umum Maspi, Edwin Sanjaya bahwa sekarang ini Malaysia juga ikut bergerak untuk mendapatkan hak paten atas pencak silat.

Hal ini justru memacu semangat Maspi untuk bekerja ekstra keras menancapkan eksistensi dan kualitasnya baik di level nasional maupun internasional.

"2019 misi besar bersama agar pencak silat agar bisa ditetapkan menjadi warisan budaya tak benda oleh Unesco, tentu tida oleh Maspi sendiri, bersama komponen IPSi HPSI ataupun PPSI dan baik komunitas pencak silat. Masih terus berjalan, kami dengar Malaysia jalan juga, mungkin terus penguatan selain kami eprnah tampil di paris, dan tahun ini tim kami di beberapa negara di eropa," kata Edwin saat Saresehan Pendekar 2018 di Hotel Prama Grand Preanger, Jalan Asia Afrika, Bandung, Mingu (30/12).

Edwin menilai cukup wajar apabila Malaysia juga bergerak cepat untuk ikut mengejar hak aten atas pencak silat, karena masih satu rumpun dengan Indonesia. Hanya saja, kemunculan dan eksistensi pencak silat justru datang dari Indonesia.

"Sebetulnya malaysia saudara sermpun, tapi dalam persoalan pencak silat ini memang mungkin mereka ada rasa hak dan memiliki. Tapi kita bisa lihat the facto aliran bela diri pencak silat di indonesia ratusan sedangkan Malaysia puluhan," jelasnya.

Edwin menuturkan banyak nilai kehidupan dari masyarakat Indonesia yang diimplementasikan dalam gerak pencak silat. Karakter mental, olahraga, seni dan budaya dari Indonesia digambarkan lewat pencak silat yang bukan hanya sebatas aliran bela diri semata.

Bahkan, dari informasi yang dihimpun Edwin, salah seorang sesepuh pencak silat Indonesia, yakni Edi Nalapraya‎ malah menjadi tokoh penting ketika ikut membidani lahirnya persatuan silat di Malaysia. Hal ini menjadi semakin ironis ketika Indonesia gagal mendapatkan hak paten atas pencak silat.

"Jadi de facto kita memang pemiliki silat cuma sayang sekian tahun kita me‎lupakan aspek ini.  Saya dengar cerita Pak Edi Nalapraya yang ikut mendirikan persatuan pencak silat di Malaysia, kan lucu kalau diklaim Malaysia padahal beliau yang membantu mendirikan persatuan penca silat di Malaysia,‎" pungkasnya.


Editor : inilahkoran