Industri Kreatif Butuh Ekosistem Mumpuni

Sejumlah pihak meyakini, industri kreatif digadang-gadang akan menjadi sumber perekonomian baru. Namun, pemilik otoritas dinilai masih memandang sebelah mata kehadiran industri yang sedang naik daun ini.

Industri Kreatif Butuh Ekosistem Mumpuni
Foto: Doni Ramdhani

INILAH, Bandung - Sejumlah pihak meyakini, industri kreatif digadang-gadang akan menjadi sumber perekonomian baru. Namun, pemilik otoritas dinilai masih memandang sebelah mata kehadiran industri yang sedang naik daun ini.

Promotor Slank untuk Magnumotion 2019 Ardy dari Sachi mengatakan, khusus di Bandung itu venue untuk menggelar industri pertunjukan masih relatif minim. Kalau pun ada, sejauh ini pelaku industri kreatif ini kerap memanfaatkan lokasi di lahan aset militer.

"Ekosistem industri kreatif, khususnya venue itu memang selama ini selalu menjadi kendala. Tapi, kita para pelaku industri kreatif selalu bisa mencari jalan keluar agar acara tetap berjalan," kata Ardy usai jumpa wartawan Magnumotion Slank-Mantap Melangkah Tour 2019 di Bandung, akhir pekan lalu.

Menurutnya, keberpihakan pemerintah terhadap industri kreatif terbilang ada. Namun, dengan berbagai pertimbangan kebutuhan venue industri kreatif itu diakuinya tidak menjadi prioritas. Dia memahami terkait hal itu.

Ardy menyebutkan, sebaiknya para pelaku industri kreatif itu harus bisa membuktikan kepada pemerintah. Dia mendorong para pelaku industri ini untuk bisa membuktikan kepada pemegang kekuasaan terkait kontribusi yang diberikan kepada penerimaan negara.

"Contohnya saya. Setiap akan mengadakan even saya selalu datang kepada pemerintahan setempat. Selain mempresentasikan even, saya selalu membuktikan berapa pajak mulai dari tiket, spanduk/baliho, reklame, dan kontribusi lainnya terhadap negara. Saya selalu perlihatkan," ucapnya.

Ardy tak memungkiri, selama ini para pelaku industri kreatif lainnya tidak selalu bisa melakukan hal tersebut. Padahal, jika mereka bisa membuktikan kontribusinya relatif signifikan terhadap pendapatan negara bukan mustahil pemerintah bisa memprioritaskan kebutuhan industri kreatif.

Hal yang sama relatif dibutuhkan para pebisnis yang akan berinvestasi di industri kreatif. Sebab, para pebisnis akan menanamkan modalnya jika ada kepastian laba yang menjanjikan. Ekosistem ini pun diakuinya tak hanya membutuhkan profesi event organizer (EO) yang saat ini marak.

"Yang kurang di industri kreatif kita itu masih minimnya promotor. Nggak seperti EO, promotor itu harus bisa create even yang terstruktur selama satu tahun ke depan. Selain itu, pemilik venue pun sebenarnya membutuhkan konten yang menarik animo masyarakat," jelasnya.

Khusus mengenai konser Magnumotion Slank-Mantap Melangkah Tour 2019, Ardy mengaku gelaran di Bandung ini merupakan kota kedua setelah Garut. Nantinya, konser ini akan dihelat di delapan kotan lainnya. Yakni, Sukabumi, Medan, Panyabungan, Aek Kanopan, Lampung, Pekanbaru, Lubuk Linggau, dan Lahat.

Tak hanya sekadar menghadirkan pertunjukan musik, pihak promotor pun menggandeng para desainer lokal. Usai proses kurasi, hasil karya desain mereka dijadikan official merchandise. Di setiap kota gelaran pun promotor mengundang para talenta musik lokal berbakat untuk bisa tampil di panggung yang sama dengan Slank. 


Editor : Doni Ramdhani