Influenza A Naik, Farhan Minta Warga Bandung Perketat Kewaspadaan

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meminta warga meningkatkan kewaspadaan terhadap Influenza A dan mengutamakan penggunaan masker dibanding PJJ.

Influenza A Naik, Farhan Minta Warga Bandung Perketat Kewaspadaan
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meminta warga meningkatkan kewaspadaan terhadap Influenza A dan mengutamakan penggunaan masker dibanding PJJ.

INILAHKORAN.ID- Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyusul meningkatnya aktivitas Influenza A di Kota Bandung.

Farhan mengimbau warga, terutama anak-anak dan orang tua atau lanjut usia, lebih memperhatikan kondisi kesehatan. Penggunaan masker dan menjaga kebersihan dinilai menjadi langkah pencegahan yang lebih relevan selama kondisi masih dapat dikendalikan.

“Untuk influenza, sekarang saya betul-betul meminta seluruh warga memperhatikan kondisi kesehatan. Terutama anak-anak dan orang tua yang rentan,” kata Farhan, Sabtu (3/10/2026).

Menurut Farhan, masyarakat perlu mewaspadai gejala Influenza A yang tidak hanya berupa demam, batuk dan bersin. Gejala juga dapat disertai nyeri badan hingga diare.

“Gejalanya tidak hanya demam, batuk dan bersin-bersin. Tetapi ditambah sakit-sakit badan dan diare. Jadi hati-hati, jaga kebersihan. Jangan sembarangan, terutama anak-anak dan orang tua,” ucapnya.

Farhan Belum Terapkan PJJ

Terkait wacana pembelajaran jarak jauh (PJJ), Farhan memastikan hingga saat ini Pemkot Bandung belum menerapkan kebijakan tersebut.

Ia mengatakan, penerapan PJJ membutuhkan dasar yang kuat serta koordinasi dengan kementerian terkait. Sementara itu, kegiatan pembelajaran tatap muka masih berjalan selama kondisi penyebaran Influenza A dapat dikendalikan.

“Enggak ada, enggak ada. Sampai hari ini belum, bukan menunggu darurat,” ujar dia.

Farhan menjelaskan, keputusan menerapkan PJJ tidak dapat dilakukan secara sepihak. Pemerintah daerah perlu melakukan koordinasi sebelum mengubah pola pembelajaran, termasuk menyampaikan alasan yang mendasari kebijakan tersebut.

“Kalau mau mengumumkan PJJ, harus mendapatkan approval dari kementerian juga. Tidak bisa sembarangan. Jadi ketika kita menerapkan PJJ, minimal harus berkoordinasi,” jelasnya.

Dengan kondisi Influenza A yang masih dinilai terkendali, Farhan menyebut penggunaan masker menjadi salah satu langkah pencegahan yang dapat dilakukan masyarakat dibandingkan mengubah sistem pembelajaran.

“Daripada PJJ, lebih baik pakai masker,” pungkasnya.

Selain menggunakan masker, masyarakat diimbau menjaga kebersihan tangan dan tidak mengabaikan kondisi kesehatan. Pemkot Bandung sebelumnya juga meminta warga yang mengalami gejala influenza untuk tidak menganggap remeh kondisi tersebut.***


Editor : JakaPermana