Informan Baru Muncul Membela Kim Hieora dari Kasus Bullying Sebut sang Aktris Sebenarnya Korban
Informan baru yang merupakan bagian dari geng Big Sanji muncul membela Kim Hieora dari kasus bullying dan sebut sang aktris sebenarnya korban.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.COM, Bandung - Dispatch baru-baru ini merilis pernyataan baru terkait kasus bullying Kim Hieora, di mana dugaan para korban mengubah cerita mereka.
Menanggapi pernyataan ini, agensi Kim Hieora menuduh Dispatch memaksa aktisnya untuk mengaku menjadi pelaku bullying.
Agensi Kim Hieora bahkan menyatakan perang pada Dispatch untuk membawa tuduhan bullying ini ke jalur hukum.
Aktris Kim Hieora yang terkenal dengan perannya sebagai pembully Lee Sa Ra di drama 'The Glory' saat ini dikelilingi kontroversi tuduhan sebagai pelaku bullying.
Para korban mengaku pernah mengalami pemerasan uang dan perundungan yang dilakukan Kim Hieora selama sekolah.
Di sisi lain, ada pula yang membela aktris Kim Hieora menyebut dia bukan seorang pembully.
Dispatch juga baru-baru ini mengungkap percakapan telepon antara korban dan Kim Hieora.
Di tengah banyaknya akun dari berbagai teman sekolah yang bermunculan, seorang informan baru 'L', muncul.
Dalam sebuah wawancara dengan outlet berita Korea StarNews, L mengklaim bahwa alih-alih menjadi pembully, Kim Hieora malah menjadi korban.
"Jika Hieora benar-benar melakukan semua itu, maka dia pantas dikritik," kata L.
"Namun ketika saya mendengar tentang korban yang melakukan tindakan tersebut [dengan catatan panggilan teleponnya], saya bertanya-tanya apakah dia juga dapat berdiri dengan bangga [dengan apa yang dia lakukan juga]. Dia adalah seseorang dengan rumor buruk tentang dirinya," terang L.
L juga berbicara tentang geng ilji (pengganggu) dimana Kim Hieora menjadi bagiannya, Big Sangji.
"Tidak semua orang di grup itu buruk. Anak-anak yang sekedar suka jalan-jalan berkumpul di sana," ungkap L.
"Saya merasa menyesal karena orang-orang menganggap mereka begitu buruk. Saya juga seorang pengamat. Saya masih belum dewasa saat itu," jelas L.
"Dalam situasi saat itu, menurutku tidak ada seorang pun di antara kita yang bisa bangga dengan siapa diri kita sebenarnya."
L pun meremehkan status Kim Hieora sebagai anak nakal. Sementara banyak yang menuduhnya sebagai iljin (pengganggu tingkat 1), L menyebut Kim Hieora lebih sebagai 'pengganggu tingkat 6'.
"Kim Hieora sejujurnya berada di peringkat 6. Dia bahkan tidak penting dalam kelompok kami. Aku tidak bangga menjadi seorang iljin, tapi aku bukan seorang selebriti jadi aku bisa mengatakannya secara terbuka," tutur L.
"Kim Hieora tidak memiliki banyak hal selain cantik dan pucat. Sebenarnya, ada orang di kelompok kami yang menindasnya karena cantik," ungkapnya.
Namun sampai hari ini, Rabu, 13 September 2023, netizen masih ragu dengan kasus Kim Hieora, mengingat banyaknya alumni yang menyampaikan pendapat berlawanan dengan situasi tersebut.***
Editor : Irma Nurfajri


