Informasi Bocor Bikin Operasi Pemberantasan Peredaran Miras dan Prostitusi Satpol PP Kabupaten Bogor Tidak Maksimal

Kegagalan Satpol PP Kabupaten Bogor dalam memberantas peredaran minuman keras (Miras) maupun praktek prostitusi dikarenakan terjadi 'Bocor Alus'.

Informasi Bocor Bikin Operasi Pemberantasan Peredaran Miras dan Prostitusi Satpol PP Kabupaten Bogor Tidak Maksimal
Kegagalan Satpol PP Kabupaten Bogor dalam memberantas peredaran minuman keras (Miras) maupun praktek prostitusi dikarenakan terjadi 'Bocor Alus'.

INILAHKORAN, Bogor - Kegagalan satpol PP Kabupaten Bogor dalam memberantas peredaran minuman keras (miras) maupun praktek prostitusi dikarenakan terjadi 'bocor alus'.

Hal itu dikatakan oleh Kepala Satpol PP Kabupaten Bogor Cecep Imam Nagarasid kepada wartawan, Rabu, 12 Maret 2025.

'Bocor alus' yang dimaksud  ialah  ada dugaa. dari anggotanya yang membocorkan operasi, hingga hasil dari operasi pemberantasan peredaran Miras maupun praktek prostitusi tidak maksimal.

"Tak menutup kemungkinan emang terjadi 'Bocor alus', karena menurunkan 40 anggota, belum tentu satu persepsi," kata Cecep Imam Nagarasid.

Ia menerangkan, dugaan ke arah 'Bocor alus' bisa benar terjadi. Karena dalam operasi pemberantasan peredaran Miras maupun praktek prostitusi terakhir dirinya menyita sementara anggotanya.

"Operasi atau razia terakhir, handphone anggota kami simpan dan kumpulkan. Dan hasilnya, operasi pemberantasan peredaran Miras tidak ada yang lolos atau 100 persen berhasil," terang Cecep Imam Nagarasid.

Pria asli Garut ini menjelaskan, bahwa 'penyitaan' hand phone anggota akan dilakukan lagi dalam operasi dan razia berikutnya.

"Hasil dari evaluasi kami, 'penyitaan' hand phone itu efektif dalam pelaksanaan operasi pemberantasan peredaran Miras maupun praktek prostitusi. Untuk sementara, dugaan terjadi 'Bocor alus' karena faktor kekerabatan atau ekonomi," jelasnya. ***


Editor : JakaPermana