Ingat Salat, Pesan Terakhir Wahyudin Korban Lakalantas Bus Cipularang

Usep Wahyudin (42) korban kecelakaan bus maut Arimbi di Tol Cipularang, Senin (28/1) sebelum berangkat sempat berpesan kepada anaknya. "Jangan tinggalkan salat," kata dia.

Ingat Salat, Pesan Terakhir Wahyudin Korban Lakalantas Bus Cipularang
Suasana di rumah duka korban tewas lakalantas bus Cipularang, Senin (28/1)
INILAH, Ngamprah- Usep Wahyudin (42) korban kecelakaan bus maut Arimbi di Tol Cipularang, Senin (28/1) sebelum berangkat sempat berpesan kepada anaknya. "Jangan tinggalkan salat," kata dia.
 
Seperti diketahui, kecelakaan tunggal yang menimpa bus arimbi di Tol Cipularang menewaskan tujuh orang. Salah satunya Usep Wahyudin, warga Kampung Cigeublug, RT 01, RW 16,  Desa Rende,  Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat (KBB). 
 
"Pesan (khusus) tidak ada. Cuma beliau mengingatkan jangan sampai meninggalkan solat," kata Lia Wahyudianti (20) anak pertama almarhum saat ditemui di rumah duka, Selasa (29/1).
 
Namun, lanjutnya, ada yang berbeda dari sikap ayahnya itu. Sebelum kejadian, Wahyidin tidak seperti biasanya. 
 
Senin pagi dia belum berangkat kerja, dan tidak banyak bicara. Itu sangat kontras dengan perangai Wahyudin yang suka bercanda dan periang.
 
"Saat saya datang, (bapa) masih belum berangkat dan lagi sarapan. Dia bilang malas berangkat (kerja), gak enak perasaan," ujarnya menirukan ucapan Wahyudin. 
 
Usep Wahyudin meninggalkan seorang istri, dan dua orang anak selain Lia. Mereka yakni Wildan Muzakki (18), dan Fadlan Fadilah (10). 
 
Kini mereka harus menafkahi dan melangsungkan hidup tanpa Usep Wahyudin yang biasanya menjadi tulang punggung keluarga.
 
Lia mengaku pertama kali mendengar kabar Wahyudin meninggal akibat kecelakaan setelah ibunya menerima telepon dari rumah sakit. Jenazah Wahyudin tiba sekitar pukul 18.00 WIB, dan langsung dimakamkan sekitar pukul 21.00 WIB.
 
"Kemarin dari Jasarahja sudah datang, dan katanya uang duka cair sekitar tiga hari kedepan sekutar Rp 80 juta. Dari Arimbi juga rencananya hari ini ke sini," ujarnya.


Editor : inilahkoran