Ingin Sembuh Kecanduan Narkotika, Segera Datangi BNN
Tahun ini, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cimahi memiliki 20 rehabilitasi gratis. BNN pun mengimbau warga yang kecanduan narkotika agar memanfaatkan rehabilitasi gratis tersebut.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Cimahi - Tahun ini, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cimahi memiliki 20 rehabilitasi gratis. BNN pun mengimbau warga yang kecanduan narkotika agar memanfaatkan rehabilitasi gratis tersebut.
"Mari sama-sama perangi narkotika. Salah satunya, silakan datang ke BNN. Kita ada fasilitas rehab gratis bagi penyalahgunaan narkotika," imbau Kepala Seksi Rehabilitasi BNN Kota Cimahi, Samsul Anwar saat ditemui INILAH, Kamis (9/1/2020).
Pecandu narkotika yang dengan sadar diri melaporkan ingin direhabilitasi masih rendah. Sebab, dari sebanyak 50 pecandu yang direhabilitasi tahun lalu, hanya lima pasien saja yang melaporkan dirinya.
Selain melaporkan diri ingin direhabilitasi, lanjut Samsul, pihaknya juga bekerja sama dengan berbagai instansi seperti pekerja sosial di kelurahan, puskesmas, dan relawan untuk menjangkau para pecandu narkotika. Selain tentunya, promosi lewat media sosial.
"Kita banyak jemput bola. Kalau ada laporan dari warga atau yang datang langsung kita akan layani juga. Sekarang sudah ada dua orang yang akan direhabilitasi berdasarkan laporan dari relawan," ujarnya.
Samsul menjelaskan, taraf keberhasilan dari program rehabilitasi bergantung pada niat dan ketaatan mengikuti program tersebut. Berdasarkan hasil sebelumnya, pasien yang niat dengan kesadaran diri rutin mengikuti rehabilitasi tingkat keberhasilannya mencapai 90 persen.
"Kalau yang rehabilitasi dalam keadaan terpaksa biasanya 50 persen. Yang terpaksa itu juga biasanya hasil tangkapan," katanya.
Samsul menerangkan, biaya bagi setiap pecandu narkoba untuk rehabilitasi tahun ini hanya Rp1 juta yang ditanggung BNN. Komponen perawatannya dimulai dari proses screening assesment, tes urine, pemeriksaan penyakit penyerta akibat penyalahgunaan narkoba.
"Kemudian untuk 12 kali pertemuan konseling, termasuk terapi kelompok dan terapi keluarga. Itu komponen yang dibiayai BNN untuk rehabilitasi," terang Samsul.
Berdasarkan data pasien rehabilitasi tahun lalu, lanjut Samsul, tercatat ada 50 pasien yang menjalani perawatan secara gratis. Sebanyak 44 orang atau 88 persen didominasi oleh laki-laki. Sementara perempuannya hanya 6 orang atau 12 persen.
Pecandu berasal dari berbagai kalangan. Rinciannya, 29 orang atau 58 persen pelajar/mahasiswa sementara 13 orang atau 26 persen swasta dan 8 orang atau 16 persen pengangguran.
Penggunaan narkotika jenis obat-obatan terlarang itu kebanyakan menggunakan trihexipinidil dan tramadol. Obat-obatan terlarang itu biasa disebut pelajar dengan istilah 'CC'. "Paling banyak kasusnya di kalangan pelajar itu Trihexipinidil, Heximer, dan Tramadol. Kalau mereka biasa nyebutnya 'CC'. Kalau dewasa lebih ke golongan benzo," jelas Samsul. (ahmad sayuti)
Editor : suroprapanca

