Ini 3 Program Prioritas Bima Arya

Wali Kota Bogor, Bima Arya menyampaikan sejumlah program prioritas lima tahun ke depan. Apa saja?

Ini 3 Program Prioritas Bima Arya
Walo Kota Bogor Bima Arya
INILAH, Bogor-  
Bima Arya menyampaikan program-program prioritas seusai acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kota Bogor di Agrocinema, Komplek BBSDLP, Kecamatan Diantaranya, penataan kawasan Suryakencana (Surken), Taman Topi, serta naturalisasi sungai Ciliwung
 
Selain itu, Bima Arya juga tetap menaruh perhatian besar pada program prioritas pada sektor pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan.
 
Bima mengatakan, tiga program yang difokuskan lima tahun kedepan akan digeber. Meski target lima tahun, tetapi semoga dalam tiga tahun sudah mulai terlihat bentuknya. 
 
"Untuk program prioritas lainnya tetap berjalan di masing-masing wilayah. Tadi saya tunjukkan gambar tampak wajah kawasan Surken dan sekitarnya dipastikan berubah total. Bangunan Bogor Plaza yang masa sewanya sudah habis akan dijadikan ruang terbuka hijau terintegrasi dengan fasilitas park and ride, pedestrian dan underpass menuju Kebun Raya Bogor. Di underpass tersebut juga akan dibangun pusat UMKM," ungkap Bima.
 
Bima melanjutkan, penataan kawasan surken sudah dilakukan secara bertahap dengan merevitalisasi pedestrian dan merelokasi PKL yang biasa berjualan di atas trotoar. 
 
Untuk penataan kawasan Surken juga kawasan sekitarnya secara menyeluruh akan dimulai pada tahun 2020. Mengenai sumber pendanaan, Pemkot Bogor akan berkolaborasi dengan berbagai pihak karena membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. 
 
"Anggarannya sebagian dari APBD Kota Bogor, ada juga bantuan dari pemerintah provinsi serta pemerintah pusat. Pak Gubernur juga siap mendukung program ini dengan membuka peluang pendanaan lainnya, seperti CSR swasta, hibah luar negeri, dana umat, kredit infrastruktur daerah bank BJB dan lain sebagainya," tambahnya.
 
Bima menjelaskan, untuk kawasan Taman Topi dan sekitarnya akan ditata menjadi lebih cantik dan Islami karena nantinya akan terintegrasi dengan Masjid Agung dan Stasiun Bogor. Rencana penataan Taman Topi didukung Pemerintah Provinsi dengan memberikan bantuan anggaran sebesar Rp15 miliar.
 
"Program Naturalisasi Ciliwung, juga tak akan kalah berubah. Program yang sejalan dengan pemerintah pusat dan provinsi ini disebut-sebut akan indah seperti sungai-sungai di Korea. Kegiatan diawali dengan membentuk Satgas yang diberi nama Kancra. Pasukan ini rutin patroli lima kali dalam seminggu untuk sosialisasi kepada warga untuk tidak membuang sampah ke sungai," jelasnya.
 
Bima menegaskan, naturalisasi Ciliwung ini bukan sekedar untuk mempercantik dan memperindah sungai saja, tetapi program ini turut meningkatkan kualitas hidup warga. Jadi nanti akan dibangun IPAL, MCK, septic tank, penataan jalan dan pengelolaan sampahnya agar warga tidak membuang limbah ke sungai. 
 
"Kami akan masif di sini dan kami mendapatkan bantuan dari pusat Rp5,5 miliar dan dari internasional Rp15 miliar. Ini juga akan jadi magnet wisata baru sehingga memiliki nilai ekonomis untuk warga sekitar," tegasnya.
 


Editor : inilahkoran