Ini 5 Poin Petisi Bobotoh Setelah Gagal Bertemu Manajemen Persib Bandung

Puluhan Bobotoh menunjukan kekecewaannya. Pasalnya, keinginannya untuk bertemu dengan manajemen Persib gagal terlaksana.

Ini 5 Poin Petisi Bobotoh Setelah Gagal Bertemu Manajemen Persib Bandung
Para perwakilan bobotoh yang kecewa karena gagal bertemu manajemen Persib Bandung.
INILAHKORAN, Bandung - Puluhan Bobotoh menunjukan kekecewaannya. Pasalnya, keinginannya untuk bertemu dengan manajemen Persib gagal terlaksana. 
 
Puluhan Bobotoh yang berasal dari lima perwakilan komunitas seperti Viking Persib Club, Bomber Persib, The Bombs, Northern Wall dan 26CC Boys ini hanya diterima oleh General Coordinator Panpel Persib, Budi Bram Rachman saat berada di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Selasa 5 Oktober 2021.
 
Meski gagal bertemu manajemen Persib, puluhan Bobotoh ini tetap menyuarakan aspirasinya. Yakni dengan memberikan lima poin petisi yang ditandatangani oleh kelima perwakilan komunitas suporter Persib itu.
 
 
Poin pertama, meminta manajemen PT PBB bertanggung jawab dan meminta maaf atas semua kegagalan Robert Rene Albert dalam mengangkat prestasi Persib. Sementara poin kedua, tidak ada negosiasi lagi untuk memecat Robert Rene Alberts. 
 
Poin ketiga, seluruh jajaran manajemen PT PBB tidak terkecuali pelatih tak layak mempolarisasi dan mengotak-ngotakan Bobotoh berdasar kategori. Dan poin keempat, menuntut keseriusan dan kesungguhan manajemen PT PBB dalam mewujudkan #PersibJuara di akhir musim ini. 
 
Lalu poin kelima yang merupakan poin terakhir bahwa tagar menang bersama yang selama ini digunakan di media sosial Persib, wajib diganti menjadi Persib Juara. 
 
Perwakilan Bobotoh, Tobias Ginanjar Sayidina mengatakan ini merupakan bentuk kekhawatiran dari Bobotoh atas penampilan buruk Persib terutama empat pertandingan terakhir. Tim berjulukan Maung Bandung itu meraih empat kemenangan secara berturut-turut. 
 
 
"Persib bukan tim abal-abal, targetnya selalu harus juara. Persib ini tidak mengejar posisi kedua atau kelima. Oleh karena itu, dari hasil yang ada ini, sudah keluar dari jalur juara," ujar Tobias. 
 
Dengan alasan ini, Tobias bersama Bobotoh lainnya mendatangi Graha Persib untuk bertemu dengan manajamen menyampaikan aspirasinya. Namun, keinginan untuk bertemu batal terlaksana.
 
"Kita datang ke sini tidak untuk bernegosiasi lagi, tidak untuk berdiskusi lagi, kita sudah menyampaikan petisi yang tadi disampaikan. Manajemen punya itikad baik untuk petisi tersebut agar bersama-sama dijalankan. Kita tunggu deadline sampai hari ini selesai, apabila tidak ada jawaban, kita anggap manajemen tidak serius untuk menanggapi aspirasi kita dan kita ambil cara lain sesuai cara suporter," tegasnya. 
 
 
Sementara itu, perwakilan Bobotoh lainnya, Arlan mengatakan aksi tersebut yakni berupa aksi yang bisa menekan manajemen untuk merestui keinginan Bobotoh sesuai dengan petisi yang disampaikan. 
 
"Entah besok mau ada aksi lagi atau kemudian, tapi posisinya tidak ada bergeming kepada Bobotoh secara bersama. Dan aksi ini tidak akan berhenti sampai di sini. Manajemen kalau tidak sepakat, kita akan melakukan aksi lanjutan," pungkasnya.
 
Berikut 5 poin petisi Bobotoh untuk manajemen Persib:
 
1. Manajemen PT PBB bertanggung jawab dan meminta maaf atas semua kegagalan Robert Rene Albert dalam mengangkat prestasi Persib.
 
2. Menyikapi poin pertama, tidak ada negosiasi lagi, #reneout.
 
3. Seluruh jajaran manajemen PT PBB tidak terkecuali pelatih tak layak mempolarisasi dan mengotak -ngotakan Bobotoh berdasar kategori.
 
4. Menuntut keseriusan dan kesungguhan manajemen PT PBB dalam mewujudkan #PersibJuara di akhir musim ini
 
5. Tagar #MenangBersama wajib diganti jadi #persibjuara.***(Muhammad Ginanjar)


Editor : inilahkoran