INILAH, Bogor - Pengamat transportasi dan tata kota, Yayat Supriyatna berharap pembangunan jalur khusus jalan tambang segera direalisasikan. Alasannya?
Yayat meminta, Pemkab Bogor, Pemkab Tanggerang, Pemprov Jawa Barat, Pemprov Banten, maupun Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPJT) segera bersinergi merealisasikan pembangunan jalur khusus jalan tambang.
Yayat mengungkapkan, usia atau deposit bahan tambang di Cigudeg, Rumpin, Gunung Sindur dan kecamatan lainnya di Kabupaten Bogor sudah mencapai ratusan tahun.
"Agar tidak mengganggu kepentingan masyarakat, embangunan jalan tambang yang menghubungkan wilayah tambang di Kabupaten Bogor dengan Kabupaten Tangerang harus segera dibangun, apalagi deposit bahan tambang ini bisa mencapai ratusan tahun lagi," kata Yayat kepada wartawan, Selasa (8/1).
Dosen Universitas Kristen Indonesia (UKI) ini berharap pembangunan jalur khusus jalan tambang tak hanya dibicarakan antar pemerintah daerah. Tetapi, lanjut dia, harus melibatkan asosiasi pengusaha tambang.
"Pembangunan jalan tambang ini harus jelas, siapa yang membebaskan lahan, siapa yang membangun jalan dan siapa yang mengelola jalan tambangnya. Sebaiknya pemerintah daerah maupun BPTJ, melibatkan asosiasi pengusaha tambang dan masyarakat untuk mewujudkan tujuan ini," terangnya.
Yayat menambahkan dirinya lebih setuju pembangunan maupun pengelolaan jala tambang dilakukan pihak asosiasi pengusaha.
"Kalau jalan tambang tersebut dibangun pihak investor dan berbayar, nantinya bisa memberatkan pengusaha tambang hingga secara ekonomi lebih memungkinkan pembangunan jalan tambang maupun pengelolaan jalan tambang dilakukan oleh pemerintah dan asosiasi pengusaha tambang," tambah Yayat.
Di sisi lain, dia meminta Pemprov Jawa Barat untuk mengkaji ulang pembangunan kereta tambang.
"Kita harus belajar transportasi tambang di Gunung Galunggung, Kabupaten Tasikmalaya bagaimana mengangkut galian tambang (pasir) untuk dibawa ke Jakarta ataupun Bandung. BPTJ harus membuat kajian apakah transportasi kereta tambang menguntungkan PT KALOG, pengusaha tambang dan masyarakat," lanjutnya.
Di sisi lain, Kepala BPTJ Bambang, Prihartono menjelaskan saat ini baik rencana pembangunan jalan tambang maupun kereta tambang terus berproses.
"Kami akan mengkaji solusi terbaik dari permasalahan ini apakah dengan membangun jalan tambang atau kereta tambang, hal yang dipikirkan adalah besar anggaran atau investasi yang dibutuhkan untuk dua rencana diatas. BPTJ tentunya mencari yang paling efesien dan efektif," jelas Bambang.