Ini Kebiasaan Ramadan Bupati Bogor Ade Yasin yang 'Hilang', Pasca Ditinggal Sang Suami
Semenjak ditinggal sang suami ada kebiasaan yang hlang dirasakan Bupati Bogor Ade Yasin saat Ramadan tahun ini
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Ditinggalkan sang suami sejak, Kamis, (29/09/2020) lalu. Bupati Bogor Ade Yasin mengaku ada beberapa kebiasaan yang ‘hilang’ di Bulan Ramadan.
Kebiasaan yang 'hilang' di Bulan Ramadan yang dirasakan Ade Yasin itu, yakni memakan ikan, baik itu ikan tawar maupun ikan laut. Sedangkan salat berjamaah, anak lelakinya Nouval Hilmi Ikhsan yang kini menggantikan sang ayah, menjadi imam.
"Kebiasaan yang agak 'hilang' itu, terutama di Bulan Ramadan baik itu ketika buka puasa atau sahur ialah memakan ikan tawar maupun ikan laut baik itu digoreng, disayur atau pesmol. Almarhum suami saya, Aiptu (Pol) Yanwar Permadi bin Muhammad Salim paling doyan makan ikan," kata Bupati Bogor Ade Yasin kepada Inilah Koran usai melakukan ziarah kubur di Taman Pemakaman Pahlawan (TMP) Pondok Rajeg, Cibinong, Selasa 29 Maret 2022.
Baca Juga: Ini Kesulitan Damkar Kota Bogor Padamkan Api yang Menghanguskan 11 Rumah di Kawasan Padat Penduduk
Bupati Bogor Ade Yasin menuturkan kebiasaan makan ikan itu 'hilang' karena kedua anaknya lebih suka makan makanan modern, sementara dirinya lebih suka makan ayam dengan bumbu Sunda.
"Lauk ikan sudah agak 'menghilang', tetapi kalau kebiasaan berbuka puasa dengan mie glosor, gorengan, lontong dan minuman yang manis-manis itu masih kami lakukan di saat berbuka puasa Ramadan," tutur Bupati Bogor Ade Yasin.
Ketua DPW PPP Jawa Barat ini bersyukur sang almarhum suami secara keras mendidik anak-anaknya, hingga kebiasaan sholat berjamaah masih dilakukan oleh mereka.
Baca Juga: Jual Foto 'Cosplay', Dea OnlyFans Mampu Raup Rp20 Juta per Bulan
"Almarhum suami saya itu paling keras kalau mendidik anak, agar mereka selalu sholat berjamaah baik di masjid maupun di rumah, hingga hal itu menjadi kebiasaannya, baik itu ketika sholat fardhu, sholat taraweh dan lainnya," sambungnya.
Bupati Bogor Ade Yasin menjelaskan tradisi ziarah kubur sebelum Bulan Ramadan, juga merupakan rutinitas yang harus mereka lakukan seperti halnya yang dilakukan masyarakat lainnya.
"Hari ini kami kompak melakukan ziarah kubur ke almarhum suami, kebetulan tadi ada kegiatan lomba gali kubur yang diselenggarakan Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) di TPU Pondok Rajeg. Selain hari ini, anak-anak juga rutin berziarah di setiap hari Jumat," jelas Bupati Bogor Ade Yasin.
Baca Juga: Robert Alberts Ungkap Kondisi Cedera Beckham Putra, Sudah Membaik?
Bertempat di RSUD Ciawi, Kamis 29 September Tahub 2020 lalu, Aiptu (Pol) Yanwar Permadi bin Muhammad Salim pada Tahun 2020 lalu nenghembuskan nafas terakhirnya.
Ketua Primkoppol Polres Bogor tersebut, sudah dua tahun berjuang mengobati penyakit kanker paru stadium empat. Almarhum bahkan sempat menjalani perawatan yang intens di salah satu rumah sakit di Kota Guangzhou, RRC sehingga kondisinya mulai membaik, bahkab menurut profesor dan dokter di rumah sakit tersebut, penyakit kanker paru-paru dinyatakan tinggal lima persen saja.
"Almarhum kakak ipar saya sejak dua tahun lalu sudah 6 kali bolak-balik perawatan penyakit kanker paru-paru di salah satu rumah sakit spesialis kanker di Kota Guangzhou, RRC dan dinyatakan tinggal lima persen penyakitnya, namun karena sejak Bulan Februari tahun ini RRC di lockdown untuk kunjungan maka penyakit kanker paru-parunya menyebar lagi hingga semalam pas tengah malam di koma, lalu satu jam kemudian meninggal dunia," kata adik Bupati Bogor Ade Yasin bernama Zaenul Mutaqin kepada wartawan, Kamis, (29/09/2020).
Baca Juga: Robert Alberts Ungkap Kondisi Cedera Beckham Putra, Sudah Membaik?
Ketua DPC PPP Kota Bogor dan Wakil Ketua DPRD Kota Bogor ini menerangkan bahwa selama tujuh bulan terakhir, almarhum kakak iparnya dirawat inap dan jalan di RS Siloam,Jakarta.
"Selain di RSUD Ciawi, selama tujuh bulan terakhir kakak ipar saya juga bolak-balik menjalani perawatan di RS Siloam, Jakarta dan meminum obat kiriman dari RS Guangzhou, RRC namun karena teknologi berobatnya berbeda dan lebih canggih di RRC, maka penyakit kanker paru-parunya menyebar lagi," terangnya.
Zaenul memaparkan selama dua tahun menjalani perawatan atas penyakit kanker paru-parunya almarhum Aiptu (Pol) Yanwar memiliki semangat yang sangat tinggi untuk bisa sembuh.
"Beliau fighter atau melawan terhadap penyakit kanker paru-parunya, dia ingin sekali sembuh karena sosoknya memang sangat mencintai keluarga," jelas Zaenul. (Reza Zurifwan)
Editor : inilahkoran


