Ini Tiga Fakta Menarik Setelah Iga Swiatek Juara Cincinnati Open, Nomor 3 Bukti Kebesarannya
Iga Swiatek menjuarai Cincinnati Open. Dalam perjalanannya menuju tangga juaga, dia mencatatkan tiga catatan menarik.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cincinnati – Iga Swiatek menjuarai Cincinnati Open. Dalam perjalanannya menuju tangga juaga, dia mencatatkan tiga catatan menarik.
Iga Swiatek memenangkan gelar Cincinnati Open dengan mengalahkan Jasmine Paolini 7-5, 6-4 dalam laga final.
Pertandingan final Cincinnati Open berlangsung di Cincinnati, Amerika Serikat, Selasa 19 Agustus 2025 pagi WIB. Iga Swiatek berjuang selama 1 jam 50 menit untuk memenangkannya.
Kemenangan atas Jasmine Paolini mengungkat tiga fakta baru yang kian membesarkan Iga Swiatek. Kini dia bisa disejajarkan dengan petenis-petenis legendaris lainnya.
Apa saja tiga fakta tersebut?
1.Menang terbanyak lawan Top-10
Kemenangan atas Jasmine Paolini membuat Iga Swiatek kini memenangkan 52 dari 75 pertandingan pertamanya lawan petenis peringkat 10 besar dunia sejak 1990. Jasmine Paolini adalah petenis peringkat 7 dunia.
Di atas Iga Swiatek hanya ada dua legenda tenis dunia, Monica Seles dan Steffi Graf. Monica Seles memenangkan 61 laga pertamanya lawan petenis peringkat 10 besar dunia, sementara Steffi Graf dengan 53 kemenangan.
2.Kemenangan rata-rata tertinggi
Sejak format kategori turnamen tenis dunia diperkenalkan pada 1990, Iga Swiatek menjadi petenis dengan rata-rata kemenangan final terbanyak lawan petenis top-10 dunia.
Iga Swiatek kini memenangkan 15 dari 17 laga finalnya menghadapi petenis 10 besar dunia. Itu artinya rata-rata 88.2 persen.
3.11 Gelar WTA-1000
Iga Swiatek, berkat keberhasilan di Cincinnati Open, kini memenangkan gelar ke-11 di turnamen WTA-1000.
Dia melewati rekor Victoria Azarenka sejak format baru turnamen tenis dunia diperkenalkan pada tahun 2009. Azarenka sebelumnya hanya memenangkan 10 gelar.
Satu-satunya pemain yang ada di atas Iga Swatek ini hanyalah Serena Williams. Petenis Amerika Serikat itu memenangkan 13 gelar juara.
Servis ace
Iga Swiatek tampil dengan servis yang memukau dalam laga final Cincinnati Open kali ini. Tak kurang dari sembilan kali dia melancarkan servis ace.
Tapi, petenis Polandia itu juga berkali-kali melakukan kesalahan tak perlu. Tujuh kali Iga Swiatek melakukan double fault.
Jasmine Paolini sepertinya akan menyudahi perjuangan Iga Swiatek di laga final Cincinnati Open ini. Bagaimana tidak, dia langsung memimpin 0-3 dengan mematahkan servis Iga Swiatek di gim kedua.
Iga Swiatek baru mulai bangkit setelah mematahkan servis Jasmine Paolini di gim kelima. Dia kemudian menyamakan kedudukan 3-3 setelah mempertahankan servisnya sendiri.
Iga Swiatek bahkan berbalik unggul setelah kembali mematahkan servis lawan. Setelah itu, dia sepertinya tinggal mempertahankan keunggulan dan menyelesaikan pertandingan.
Tapi, Jasmine Paolini belum menyerah. Saat Iga Swiatek berada dalam posisi set point di gime ke-10, dia menyelamatkan perlawanannya.
Jasmine Paolini bahkan kemudian merebut set tersebut dan menyamakan kedudukan setelah memanfaatkan dua kesempatan break point yang dia dapatkan.
Sayangnya, dia gagal dia dua gim berikutnya. Iga Swiatek pun menyelesaikan set pertama itu dengan 7-5.
Memasuki set kedua, duel Iga Swiatek vs Jasmine Paolini berlangsung ketat. Keduanya saling mematahkan servis lawan di gim awal. Iga Swiatek gagal menyelamatkan tiga kali break point di gim kedua.
Situasi serupa terjadi memasuki gim kelima. Setelah Iga Swiatek mematahkan servis lawan, di gim berikutnya giliran Jasmine Paolini yang melakukan hal serupa.
Titik krusial bagi Iga Swiatek terjadi setelah dia mematahkan servis Jasmine Paolini di gim ketujuh. Dia kemudian mempertahankan dua servisnya untuk memenangkan pertandingan 6-4.
Editor : Zulfirman

