Inilah 10 Titik yang Bakal Picu Kepadatan dan Kemacetan Lalu Lintas di Kawasan Puncak
Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor memprediksi 10 tempat yang bakal meningkatkan kunjungan wisatawan hingga berpotensi terjadi kepadatan lalu lintas kendaraan di kawasan Puncak.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor memprediksi 10 tempat yang bakal meningkatkan kunjungan wisatawan hingga berpotensi terjadi kepadatan lalu lintas kendaraan di kawasan Puncak.
Dari 10 tempat tersebut, Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor menyebutkan 8 merupakan objek wisata, 1 sarana ibadah dan 1 sarana perdagangan.
Adapun ke-10 tempat yang berpotensi terjadi kepadatan lalu lintas, sebut Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor, Agus Ridho, adalah Mini Mania, Nicoles, Cimory Dairy Land, Cimory Riverside, Safari Garden, Heha Waterfall, Taman Safari Indonesia, dan Gunung Mas.
Selain itu, satu sarana perdagangan yang potensial memicu kepadatan, bahkan kemacetan adalah Pasar Cisarua. Sedangkan satu sarana ibadah adalah Majid At-Taawun, Puncak.
Agus Ridho menuturkan, bahwa jajarannya pun sudah mengantisipasi terjadinya kepadatan lalu lintas kendaraan di sejumlah titik tersebut.
"Kami menempatkan 315 anggota di titik-titik tersebut, maupun di persimpangan yang rawan kemacetan. Mereka kami bagi tiga shift," tutur Agus Ridho kepada wartawan, Selasa 1 April 2025.
Sebelumnya, untuk mengatasi kemacetan di kawasan Puncak, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meliburkan 651 supir angkot di jalur Puncak dengan memberikan bekal kepada supir dari Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriyah sampai 7 April mendatang.
Hal itu agar dengan liburnya operasional ratusan Angkot selama 7 hari, tingkat kemacetan lalu lintas di Kawasan Puncak berkurang.
"Pemprov Jawa Barat melalui Dinas Perhubungan meliburkan operasional angkot selama Hari Raya Idul Fitri dan seminggu setelahnya. Dengan kebijakan ini, diharapkan jalur Puncak lebih lancar dan nyaman bagi pemudik, dari mulai jalan Raya Ciawi hingga Puncak," ucap Dedi Mulyadi beberapa waktu lalu.
Nyatanya, sejumlah angkot jalur Cisarua maupun Cibedug tetap beroperasi, walaupun para supirnya sudah diberikan kompensasi Rp 1,5 hingga 3 juta.
Ini sesuai dengan kekhawatiran Haryandi bahwa angkot jalur Puncak tetap beroperasi pada Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriyah terbukti.
"Kan yang tanda tangan kesepakatan dan intergritas hanya salah seorang supir, bagaimana nasib supir yang yang satu lagi beserta keluarganya jika tidak boleh bekerja. Karena itu, sejak awal saya tidak menjamin,” kata Haryandi kepada wartawan, Selasa, 1 April 2025. (*)
Editor : Zulfirman


