INILAHKORAN, Bogor - Wali Kota Bogor Bima Arya memaparkan ibukota Kota Bogor akan pindah dari Bogor Tengah ke Katulampa, Kecamatan Bogor Timur.
Lokasi itu tepat diatas tanah hibah dari Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN). Selain itu ada juga ada pengembangan destinasi wisata di beberapa destinasi wisata di beberapa kecamatan Kota Bogor.
"Ibukota kota pindah di Bogor Timur diatas tanah seluas 9 hektar hibah dari DJKN. Bukan hanya pusat kota, tapi ada housing komplek perumahan, disana ada pusat kegiatan bisnis dan lain-lain itu di Bogor Timur," ungkap Bima kepada INILAH usai acara Sosialisasi Bapenda Kota Bogor ke PPAT di Bigland Hotel, Kecamatan Bogor Tengah pada Selasa (17/5/2022).
Bima membeberkan, untuk di Bogor Utara pun begitu Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang baru memungkinkan pembaruan untuk adanya bisnis pusat bisnis di Kecamatan Bogor Utara.
"Atau sentra bisnis baru, ada housing perkantoran dan lainnya. Ada alokasi khusus untuk tempat-tempat pemukiman, soalnya ada destinasi wisata di wilayah lain. Saya kira ini mengantisipasi ibukota Indonesia pindah tahun 2024 dari Jakarta," bebernya.
Bima menjelaskan, ibukota Jakarta pindah dirinya ada kekhawatiran pendapatan Kota Bogor, tapi tetap harus selalu optimis. Kenapa?, mungkin jasa dam wisata akan hilang, pajak hotel restoran dan kegiatan workshop seminar juga lainnya mungkin tidak banyak yang datang ke Kota Bogor.
"Salah satunya mungkin kami alihkan ke destinasi wisata yang banyak, karena jangan sampai nanti workshop dan meeting pada saat pindah ibukota akan hilang. Kami melihat kota Jakarta nanti akan lebih fokus kepada sebagai kota pusat bisnis, jadi butuh destinasi wisata di Kota Bogor," jelasnya.
Bima menambahkan, disitulah keuntungan berkembang destinasi wisata Kota Bogor, kemudian akan ada perkembangan pemukiman di Kota Bogor karena Kota Bogor banyak saingan nya di Jabodetabek. Tetapi kan memang kalau masyarakat memilih, pilih tidak akan tinggal di Depok, Tangerang, Bekasi dan lainnya.
"Ya pasti di Kota Bogor karena lebih nyaman dan dibenahi kotanya. Kemudian NJOPnya akan semakin tinggi. Kalau ibukota pindah, Kota Bogor akan tetap menjadi magnet, jadi nanti kami tergantung pada BPHTB kan, ini pemasukannya nomor satu dan nomor 2 PBBP2 dan berikutnya pajak lainnya," pungkasnya.(rizki mauludi)***