Inilah Lompatan-lompatan Basuki Tjahaja Purnama dalam Restrukturisasi Pertamina
Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menyampaikan optimismenya dalam resktruturisasi Pertamina.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Jakarta - Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama yang akrab disapa Ahok menyampaikan optimismenya dalam restrukturisasi Pertamina.
Ahok menyampaikan, dewan komisaris telah berhasil meyakinkan kerja sama dengan baik dengan direksi. Jadi, restrukturisasi Pertamini tersebut termasuk transformasi SDM baik di holding maupun subholding.
“Sekarang sudah ada procurement secara digitalisasi kita kontrol dengan baik, kita juga sudah ada tanda tangan disposisi digital jadi kita bisa bebas bekerja di mana-mana dan Pertamina sangat baik," ujar Basuki Tjahaja Purnama yang akrab disapa Ahok tersebut dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta pada Jumat, 10 September 2021.
Baca Juga: Pertamina Lebih Hebat dari Tesla, Tapi Masih di Bawah Petronas
Menurut Ahok, pengelolaan SDM di Pertamina juga semakin baik, dan dirinya mendukung terus transformasi organisasi dan pengelolaan SDM.
"Pengelolaan SDM juga semakin membaik. Kami mendukung terus transformasi organisasi dan pengelolaan SDM, termasuk dengan memastikan adanya sistem penilaian dan pemberian remunerasi Pekerja yang adil dengan berbasis kinerja (performance based). Saya bilang Pertamina paling top,” katanya.
Selain dukungan performa Manajemen dan SDM yang berkualitas, Pertamina juga terus mengembangkan bisnis proses yang terdigitalisasi, antara lain melalui Pertamina Integrated Command Center, digital signature, digitalisasi SPBU, dan aplikasi MyPertamina.
Baca Juga: Wasekjen MUI : Masih ada mafia mau dihajar Ahok?
Sebelumnya Menteri BUMN Erick Thohir ingin Pertamina mampu mencapai target menjadi korporasi dengan nilai pasar 100 miliar dolar AS setelah pembentukan enam subholding BUMN migas tersebut.
Menteri BUMN menambahkan Presiden berharap Pertamina terus meningkatkan pelayanan publik, tetapi yang terpenting adalah membangun ekosistem supaya Pertamina bisa bersaing dan mendorong value added.
Ia juga mengingatkan agar lompatan-lompatan yang sudah berjalan saat ini, tetap terjaga dan sesuai dengan 5 Key Performance Indicator di Kementerian BUMN, yakni menyeimbangkan antara korporasi dan pelayanan publik, kembali kepada core business dan menjadi excellent, inovasi digital dan RD untuk menjadikan Pertamina technology company, dan transformasi human capital.
Baca Juga: Pertamina International Shipping Siap Menjembatani Urat Nadi Indonesia
Setelah menuntaskan proses restrukturisasi melalui penandatanganan sejumlah dokumen legal (legal end-state) awal September lalu, PT Pertamina (Persero) mengukuhkan tekadnya untuk mengejar aspirasi pemegang saham mencapai nilai pasar 100 miliar dolar AS dan Global Energy Champion pada tahun 2024.
Tekad ini tergambar dalam acara peresmian 6 subholding yang digelar Pertamina melalui tema “Moving Forward Becoming Global Energy Champion” yang berlangsung pada Jumat di Jakarta. Peresmian dilakukan langsung oleh Menteri BUMN Erick Thohir, didampingi oleh Wakil Menteri 1 BUMN Pahala Nugraha Mansury, Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama dan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati. (antara).***
Editor : inilahkoran

